Belajar Diam di Kota Tegal yang Tak Pernah Berhenti

Puluhan warga di Kota Tegal ikuti meditasi Mindful Sunday, belajar diam dan mengenali diri di tengah hiruk pikuk kehidupan modern.
TEGAL, puskapik.com - Pagi itu, suasana di sebuah sudut Kota Tegal terasa berbeda. Tidak ada suara riuh percakapan, tidak pula dering ponsel yang saling bersahutan.
Puluhan orang duduk bersila, memejamkan mata, mencoba kembali pada satu hal yang kian jarang dilakukan, diam.
Di tengah kehidupan yang serba cepat, aktivitas sederhana itu justru terasa asing.
TeaterQi bersama Spasi Creative Space menggelar sesi meditasi Mindful Sunday, Art of Returning to True Self di Jalan Waru, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Minggu 17 Mei 2026.
Kegiatan ini dipandu praktisi meditasi Hernandes Saranela, yang mengajak peserta untuk kembali mengenali tubuh dan pikirannya.
"Selama ini kita hidup dalam tuntutan untuk terus bergerak cepat. Seolah-olah diam itu aneh. Padahal semua berawal dari diam," kata Hernandes.
Baca Juga: Bupati Tegal Dorong Kebangkitan Ekonomi Lewat 218 Koperasi Merah Putih
Bagi Hernandes, diam bukan sekadar berhenti dari aktivitas, melainkan ruang untuk menyadari apa yang selama ini terlewat.
Hernandes sendiri mengaku menemukan meditasi sebagai jalan keluar dari fase hidup yang penuh tekanan.
Hernandes melihat, dunia yang bergerak cepat membuat pikiran manusia ikut berlari tanpa henti. Sementara tidak semua orang memiliki daya tahan mental yang sama.
"Hari ini banyak penyakit bermula dari pikiran. Ketika pikiran tidak mampu merespons, tubuh yang akan ‘membentuk’ itu," ujar Hernandes.
Menurut Hernandes, manusia kerap terlalu memuja pikiran sebagai pusat kendali, namun lupa mendengarkan tubuhnya sendiri.
"Kalau tubuh bisa bicara, mungkin dia sudah bilang capek. Tapi kita terus memaksanya, karena pikiran merasa masih bisa jalan," kata Hernandes.
Dalam sesi tersebut, Hernandes memperkenalkan metode meditasi anapana, teknik yang berfokus pada kesadaran napas.


