Gubernur Luthfi: Merdeka Bangun Jateng dan Sejahterakan Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 | 18.22
puskapik

Ahmad Luthfi menegaskan kemerdekaan harus dirasakan warga melalui kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan.

SEMARANG, puskapik.com - Kemerdekaan bukan sekadar upacara dan pengibaran bendera semata. Kemerdekaan harus hadir dalam bentuk yang paling dekat dengan kehidupan warga.

Di antaranya, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, pendidikan yang terbuka, infrastruktur yang memadai, hingga kesempatan ekonomi yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, seusai menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Pancasila, Kota Semarang, Senin (17/8/2026).

Baca Juga: Polresta Batang Tangkap Kurir Sabu 779 Gram senilai Rp 1,16 Miliar

Menurut Ahmad Luthfi, jaminan terhadap kebutuhan dasar masyarakat menjadi semakin penting di tengah tekanan fiskal dan situasi geopolitik yang penuh ketidakpastian. Pemerintah, kata dia, harus memastikan setiap kebijakan pembangunan bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat.

“(Jaminan) itu penting karena di saat kondisi geopolitik, kemudian tekanan fiskal, kita harus mampu berbuat untuk bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Luthfi, didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekda Jateng Sumarno.

Baca Juga: Pedagang Pasar Martoloyo Gelar Upacara Kemerdekaan, Panggung Meriah di Tengah Lesunya Pembeli

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur dan pemenuhan layanan dasar, terutama sektor kesehatan dan pendidikan, merupakan bagian penting dari strategi pemerintah untuk menekan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Capaian pembangunan tersebut mulai terlihat dari sejumlah indikator ekonomi Jawa Tengah. Pada semester I-2026, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,80 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 5,45 persen.

Realisasi investasi juga mencapai Rp 59,94 triliun, terdiri atas PMA Rp 25,92 triliun, PMDN Rp 22,62 triliun, dan UMK Rp 11,40 triliun. Investasi tersebut turut menyerap sekitar 213 ribu tenaga kerja.

Dampaknya tercermin pada indikator kesejahteraan. Angka kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2026 turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 turun menjadi 4,24 persen, dari 4,33 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, Luthfi menegaskan, capaian tersebut tidak boleh hanya dilihat sebagai deretan angka statistik.

“Ini tidak berbicara masalah angka, tetapi paling penting adalah ke depan kita harus punya suatu semangat kolaborasi dengan dasar semangat kemerdekaan, persatuan seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah bahu-membahu sehingga masyarakat bisa sejahtera,” ujarnya.

Luthfi menekankan, pembangunan di Jawa Tengah harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, terutama untuk menjawab persoalan yang langsung dihadapi masyarakat.

Di sektor kesehatan, misalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Kedua program tersebut, menurut Luthfi, telah menunjukkan capaian tinggi secara nasional dan terus diperluas hingga menjangkau masyarakat di berbagai desa.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait