Halalbihalal di Kantor Gubernur Jateng: Disabilitas hingga Kepala Daerah Melebur, Tekankan Sinergi Antarwilayah

Rabu, 25 Maret 2026 | 17.12
puskapik

Halalbihalal di Kantor Gubernur Jateng menyatukan pejabat, kepala daerah, disabilitas, dan anak panti, menegaskan sinergi dan inklusivitas.

SEMARANG, puskspik.com - Suasana hangat dan inklusif mewarnai halalbihalal yang digelar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, di Kantor Gubernur, Rabu (25/3/2026).

Tak hanya dihadiri jajaran pejabat dan kepala daerah, kegiatan ini juga dihadiri kelompok disabilitas hingga anak panti, memperkuat pesan kebersamaan pascalebaran.

Kegiatan halalbihalal tersebut digelar usai apel pagi pada hari pertama kerja setelah libur Idulfitri.

Baca Juga: Arus Balik, Penumpang Bus di Terminal Tegal Melonjak 25,8 Persen, Puncak Keberangkatan Capai 1.173 Penumpang

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga direktur utama BUMD Jawa Tengah turut hadir dalam agenda tahunan tersebut.

Selain itu, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Jawa Tengah hadir bersilaturahmi langsung dengan pimpinan provinsi.

Menurut Ahmad Luthfi, halalbihalal ini bukan sekadar tradisi, melainkan momentum strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi lintas wilayah. Tujuannya, pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Baca Juga: Ditemukan 7 Candi Hindu di Tegal, Peradaban, Teknologi, dan Budaya di Abad ke-5 dan 7

“Kita lakukan halalbihalal, bukan open house, untuk menyamakan persepsi, bersilaturahmi, dan membangun semangat meningkatkan pelayanan di 35 kabupaten/kota,” ujarnya.

Yang menarik, kegiatan ini juga melibatkan kelompok disabilitas serta anak yatim dan penghuni panti asuhan. Kehadiran mereka menambah nuansa inklusif dalam perayaan Idulfitri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Himpunan Masyarakat Inklusif Kota Semarang, Yayuk, mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada penyandang disabilitas untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut, partisipasi disabilitas tahun ini semakin luas seiring bertambahnya organisasi yang terbentuk.

“Komunitas kami saat ini mewadahi 31 organisasi disabilitas di Kota Semarang. Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan,” katanya.

Yayuk berharap ke depan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya semakin terbuka sehingga dapat mendorong kemandirian.

“Semakin hari inklusivitas di Jawa Tengah semakin baik. Semoga lebih banyak ruang berkarya bagi kami,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Yuliani, perwakilan dari Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso Salatiga. Ia mengaku bahagia karena mendapat kesempatan langka untuk merayakan halalbihalal langsung di Kantor Gubernur.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait