Investasi Jateng 2025 Lampaui Target, Padat Modal Kejar Alas Kaki

Investasi Jateng 2025 capai Rp88,5 T atau 113% target. Sektor padat modal tumbuh pesat, mulai mengejar dominasi industri alas kaki di Jawa Tengah.
SEMARANG, puskapik.com – Kinerja investasi Jawa Tengah pada 2025 menunjukkan hasil menggembirakan.
Realisasi penanaman modal mencapai Rp88,50 triliun, atau 112,98 persen dari target Rp78,33 triliun.
Sektor industri padat modal pun mulai mendekati capaian investasi industri alas kaki yang selama ini identik sebagai sektor padat karya.
Baca Juga: Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Capai Eliminasi TBC 2030
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari.
Menurutnya, Jawa Tengah selama ini identik dengan ekosistem investasi industri alas kaki.
Namun belakangan, sektor-sektor dengan nilai investasi besar mulai melirik provinsi ini.
“Ada realisasi investasi yang memang signifikan di sektor padat modal. Mulai dari fiber optik, alat kesehatan, hingga industri karet dan plastik serta baterai,” ujarnya, pada rilis di kantor DPMPTSP Jateng, Kamis (22/1/2026).
Sebagai contoh, Sakina menyebutkan pembangunan pabrik anoda baterai di KEK Kendal, dengan nilai investasi Rp1,5 triliun.
Selain itu, terdapat penanaman modal dari industri ban di Jatengland Demak senilai Rp1,08 triliun.
Menanggapi tren tersebut, Pemprov Jawa Tengah di bawah komando Gubernur Ahmad Luthfi, membuka peluang luas bagi para investor.
Pemerintah memastikan pelayanan optimal, baik bagi investasi padat modal yang mendongkrak nilai investasi, maupun padat karya yang menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran.
“Kami menginginkan keduanya berjalan seiring. Sejumlah kawasan industri memang sudah dilirik sektor padat modal, namun sektor padat karya tetap kami harapkan, karena ekosistem industri alas kaki kuat di Jawa Tengah,” paparnya.
Terkait capaian penanaman modal 2025, Sakina memaparkan realisasi investasi, terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun, dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun.
Dari realisasi tersebut tercatat 105.078 proyek, dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia mencapai 418.138 orang.
Artikel Terkait

FLS3N Pageruyung Kendal Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Pencarian Bibit Seniman Muda

Pemprov Jateng Beri Tali Asih untuk Penghafal Al-Qur’an, Capai 2.000 Santri per Tahun

10 Provinsi Perkuat Kolaborasi Energi Bersih, Sampah, dan Giant Sea Wall
