Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Capai Eliminasi TBC 2030

Kamis, 22 Januari 2026 | 13.58
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin

Pemprov Jateng perkuat kolaborasi masyarakat untuk capai target eliminasi TBC 2030, dorong penemuan kasus dan pengobatan tuntas.

SEMARANG, puskapik.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat untuk mencapai target eliminasi tuberkulosis (TBC) pada 2030 di wilayahnya.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, target eliminasi TBC pada 2030 meliputi penurunan angka kejadian menjadi 65 per 100 ribu penduduk serta pengurangan angka kematian akibat TBC menjadi 6 per 100 ribu penduduk.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menekankan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan penemuan kasus dan pengobatan TBC berjalan tuntas. Penguatan peran komunitas diyakini dapat memperluas akses layanan kesehatan hingga ke tingkat paling bawah.

Baca Juga: Komisi I DPRD Kabupaten Tegal Kunjungi MPP Mini Kedungbanteng, Percontohan Kecamatan Lainnya

“Kesempatan ini adalah tanggung jawab yang luar biasa, yaitu untuk bukan hanya menemukan, tetapi juga harus mengobati. Bukan hanya mengobati saja, tetapi juga harus sampai tuntas,” kata Taj Yasin disela acara pelantikan Pengurus Wilayah Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Jawa Tengah periode 2025–2030 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Kamis, 22 Januari 2026.

Dalam kegiatan itu, ia didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, yang juga dilantik sebagai Ketua Badan Kehormatan PPTI Jateng.

Menurut Taj Yasin, pelantikan ini momentum kolaborasi pemerintah dan organisasi masyarakat dalam pengendalian TBC berbasis komunitas. Apalagi, agenda pengendalian TBC merupakan bagian dari prioritas nasional hingga 2030. “Target itu ada di tahun 2030,” ujarnya.

Baca Juga: Andong Merah Tanaman Familiar Ini Ternyata Punya Segudang Manfaat

Di Jawa Tengah, capaian pengendalian TBC pada 2025 menunjukkan tren positif. Temuan kasus telah mencapai 84 persen dari target 90 persen.

Sementara itu, penderita yang memulai pengobatan tercatat sebesar 94,7 persen, dengan angka kesembuhan mencapai 85 persen dari target 90 persen. Angka ini menjadi pijakan untuk mengejar target yang lebih tinggi pada tahun berikutnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait