Jalan Ambles Sepanjang 36 Meter, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar

Rabu, 30 September 2026 | 18.46 WIB
Peninjauan di jalan yang ambles di penghubung Kaliwungu-Boja.
Peninjauan di jalan yang ambles di penghubung Kaliwungu-Boja. (edhot)

Pemkab Kendal menyiapkan Rp1,2 miliar untuk memperbaiki jalan Kaliwungu-Boja yang ambles sepanjang 36 meter dan memperkuatnya dengan dinding penahan tanah.

KENDAL, puskapik.com – Pengguna Jalan Kaliwungu-Boja kini bisa sedikit lega. Ruas jalan di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, yang ambles dan longsor akan segera ditangani. Pemerintah Kabupaten Kendal menyiapkan anggaran Rp1,2 miliar untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Kepala DPUPR Kendal Sudaryanto mengatakan, kondisi jalan ambles itu telah menjadi perhatian pemerintah daerah. Bahkan, penanganannya sudah dimasukkan dalam APBD Perubahan 2026.

“Pemkab Kendal meminta maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan Kaliwungu-Boja. Kami tentu sangat memahami keluhan masyarakat. Masalah ini sudah menjadi perhatian Pemkab Kendal dan akan segera kita perbaiki,” kata Sudaryanto saat meninjau lokasi, Rabu 30 september 2026.

Dari hasil pengukuran, bagian jalan yang terdampak longsor memiliki panjang sekitar 36 meter dengan lebar tiga meter. Kerusakan terjadi setelah aliran air hujan menggerus sisi jalan hingga tanah di bawah badan jalan longsor.

Baca Juga: Cek Kualitas Air Minum Warga Pengarasan, Puskesmas Bantarkawung Gelar SKAMRT

Tak sekadar menambal badan jalan, pemerintah akan memperkuat konstruksi dengan membangun dinding penahan tanah di sisi ruas yang rusak.

DPUPR menargetkan perencanaan teknis rampung dalam satu hingga dua pekan. Jika proses berjalan sesuai rencana, pekerjaan fisik mulai dikerjakan sekitar pertengahan Oktober dan ditargetkan selesai dalam dua bulan.

“Anggarannya Rp1,2 miliar. Bupati sendiri sudah memprioritaskan agar penanganan jalan ambles ini segera dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, warga mengaku khawatir kerusakan semakin parah jika tidak segera ditangani. Apalagi ruas tersebut masih menjadi jalur kendaraan berat.

Asnawi, warga yang ikut membantu mengatur lalu lintas di lokasi, mengatakan kerusakan telah terjadi sekitar empat bulan. Kondisinya belakangan semakin mengkhawatirkan.

“Kalau ada truk besar, jalan sudah bergerak. Kalau terus dibiarkan, jalan bisa amblas semua dan tidak bisa dilewati,” ujarnya.

Baca Juga: 8 Sales Regulator Gas Dikeroyok Warga di Gondang Subah, Polresta Batang Ungkap Kronologi dan Penyebabnya

Saat ini kendaraan hanya bisa melintas dari satu sisi badan jalan. Warga menerapkan sistem buka-tutup agar kendaraan dari dua arah tetap dapat melewati ruas tersebut.

Kekhawatiran warga semakin besar menjelang musim hujan. Mereka berharap pekerjaan segera dimulai sehingga kerusakan tidak meluas.

“Mumpung belum masuk musim hujan. Sebaiknya segera diperbaiki,” kata Asnawi.

Jalan Kaliwungu-Boja memiliki peran penting bagi mobilitas warga karena menjadi salah satu akses penghubung Kaliwungu Selatan menuju Boja, Ungaran, hingga Kota Semarang.

Jika jalan sampai ditutup total, warga harus memutar melalui Kota Semarang. Kondisi itu tentu akan menambah jarak dan waktu perjalanan.

Sekda Kendal Agus Dwi Lestari sebelumnya memastikan anggaran perbaikan telah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2026. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu persetujuan dari gubernur.

“Anggaran sudah masuk dalam APBD Perubahan, dan saat ini masih menunggu persetujuan dari gubernur,” ujar Agus. ***

Artikel Terkait