Jambore Inseminator dan Kontes Ternak 2026 Meriah, Optimisme Peternakan Wujudkan Ketahanan Pangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 19.19
puskapik

Jambore Inseminator dan Kontes Ternak Jateng 2026 berlangsung meriah, memperkuat optimisme peternakan sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

SEMARANG, puskapik.com - Dukungan peternak sangat penting dalam mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Jawa Tengah. Ternak akan meningkatkan konsumsi protein hewani yang sehat, utuh, dan halal.

Hal itu mengemuka dalam rangkaian kegiatan Jambore Inseminator dan Kontes Ternak Piala Gubernur Tahun 2026, yang diadakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Jumat, 22 Mei 2026, di Kompleks Tarubudaya Provinsi Jawa Tengah. Dihadiri ratusan peternak se Jawa Tengah, yang membawa domba kebanggaannya.

Baca Juga: Pemkab Tegal Latih Ratusan Agen Pendamping Digitalisasi Bantuan Sosial

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan tersebut untuk membangun optimisme bersama. Bahwa sektor pertanian atau peternakan Jawa Tengah mampu terus tumbuh beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Kegiatan ini juga menjadi ruang bersama memperkuat semangat transfer informasi peternakan menuju sistem yang modern berbasis teknologi, efisien, serta mampu menjawab kebutuhan pasar dan tantangan pembangunan peternakan di masa yang akan datang," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Batang Targetkan Persibat Promosi ke Liga 3

Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, diantaranya penguatan reproduksi ternak, peningkatan mutu genetik, pengendalian penyakit hewan, hingga pengembangan sumber daya manusia peternakan.

Kata dia, berdasarkan data dan proyeksi tahun 2026, populasi ternak sapi, kambing dan domba di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 6.413.010 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 1.393.159 ekor sapi. Sedangkan domba sebesar 1.421.246 ekor dan kambing sebanyak 3.598.605. ekor.

"Hari ini data kita mencatat bahwa domba sudah mencapai Rp1.421.000. Jadi ada peningkatan," ujarnya.

Besarnya populasi tersebut, lanjutnya, menunjukkan Jawa Tengah menjadi salah satu daerah penyangga utama subsektor peternakan nasional. Khususnya untuk komoditas ternak ruminansia.

Selain itu, produksi peternakan Jawa Tengah juga menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Pada tahun 2026 diperkirakan produksi daging akan mencapai 942.496 ton. Produksi telur mencapai 917.862.000 ton, dan produksi susu mencapai 76.570 ton.

Dukungan tersebut, tidak terlepas dari peran inseminator. Saat ini Jawa Tengah memiliki 766 orang inseminator yang tersebar di berbagai kabupaten kota. Mereka ujung tombak pelayanan reproduksi ternak di lapangan.

Di tengah berbagai tantangan peternakan, inseminator tetap hadir mendampingi peternak memberikan pelayanan inseminasi buatan sekaligus menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu genetik ternak.

Dalam hal peningkatan kualitas genetik, diperkuat melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Provinsi Jateng, yang tahun 2025 memproduksi semen beku sebanyak 508.371 dosis. Terdiri dari 465.938 dosis semen beku sapi dan 42.433 dosis semen beku kambing.

Sedangkan tahun 2026 ditargetkan mampu memproduksi sebanyak 407.000 dosis semen beku.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait