Jateng Perkuat Regenerasi Petani dan Inovasi Demi Jaga Ketahanan Pangan

Sabtu, 25 April 2026 | 06.23
Sekda Jateng, Sumarno.
Sekda Jateng, Sumarno.

Jateng perkuat regenerasi petani milenial dan inovasi pertanian untuk swasembada pangan, lindungi lahan, dan kelola sumber daya alam demi ketahanan pangan.

TEMANGGUNG, puskapik.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya melakukan regenerasi petani dan melakukan inovasi sektor pertanian, demi menjaga ketahanan pangan di wilayahnya.

Sebab, regenerasi petani merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjaga ketahanan pangan yang lebih kuat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), pada Apel Siaga Penyuluh Pertanian dan Petani Milenial Jawa Tengah di Agro Center Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jumat, 24 April 2026.

Baca Juga: FGD Mangku Pancuran Sewu di Kampus IBN Tegal, Kearifan Lokal Masih Dipandang Tradisi Simbolik

Sumarno mengapresiasi konsistensi petani milenial dan para alumni pelatihan pertanian yang terus berkontribusi nyata di lapangan, sekaligus mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bentuk kontribusi nyata di lapangan. Yang lebih penting, bagaimana teman-teman ini mampu mendorong anak-anak muda untuk mau bertani,” ujarnya.

Ia menyebut, saat ini Jawa Tengah memiliki sekitar 630 ribu petani milenial. Keberadaan mereka menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan regenerasi petani, mengingat mayoritas petani saat ini berada pada rentang usia 40 hingga 60 tahun.

Baca Juga: Polres Pemalang Gelar Apel Kesiapan Antisipasi Gangguan Kamtibmas

“Regenerasi ini menjadi kunci. Dengan Sumber Daya Manusia (SDM) baru yang lebih adaptif terhadap teknologi dan inovasi, kita optimistis pertanian akan semakin efisien dan produktif,” kata Sumarno.

Dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian, Pemprov Jawa Tengah juga tengah memperkuat kebijakan perlindungan lahan pertanian melalui revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan lahan pertanian tetap terjaga dan tidak mudah beralih fungsi. Ke depan, lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan pertanian akan dilindungi secara ketat.

“Kami sedang berproses bersama kabupaten/kota untuk memastikan lahan pertanian terlindungi. Ini penting agar keberlanjutan produksi pangan tetap terjaga,” jelasnya.

Selain itu, pengelolaan sumber daya air dan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Pemprov Jateng mendorong peningkatan kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya daerah tangkapan air yang berperan penting dalam sistem pertanian.

Ketua Umum Petani Milenial, Rayndra Syahdan Mahmudin, menyampaikan apel ini diikuti oleh 300 penyuluh pertanian dari 17 kabupaten/kota serta 300 Duta Petani Milenial.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara petani milenial dan penyuluh dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait