Jembatan Penghubung Dua Desa di Klaten Kembali Dapat Digunakan Usai Terputus Lima Tahun

Kamis, 15 Januari 2026 | 07.32
Peresmian jembatan yang diberi nama Jembatan Merah Putih itu dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Rabu, 14 Januari 2026, di Dukuh Matangan, Desa Cucukan.
Peresmian jembatan yang diberi nama Jembatan Merah Putih itu dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Rabu, 14 Januari 2026, di Dukuh Matangan, Desa Cucukan.

Jembatan Merah Putih di Klaten kembali berfungsi usai terputus 5 tahun, pulihkan akses warga dan dukung ekonomi desa Cucukan–Kotesan.

KLATEN, puskapik.com – Jembatan yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini kembali beroperasi setelah hampir lima tahun terputus akibat banjir.

Keberadaan jembatan tersebut memulihkan konektivitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Peresmian jembatan yang diberi nama Jembatan Merah Putih itu dilakukan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Rabu, 14 Januari 2026, di Dukuh Matangan, Desa Cucukan.

Baca Juga: Jawa Tengah Miliki 327 Desa Antikorupsi, Ahmad Luthfi: Layak Jadi Role Model

Jembatan tersebut merupakan satu dari 19 Jembatan Merah Putih yang diresmikan secara serentak di sejumlah daerah.

Kapolri berharap jembatan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang mobilitas harian warga, akses pendidikan, serta distribusi hasil pertanian.

“Mudah-mudahan jembatan ini betul-betul bermanfaat bagi anak-anak, masyarakat, dan para petani, serta seluruh pihak yang memanfaatkannya,” ujar Listyo Sigit.

Ia menjelaskan, terdapat 63 jembatan di Jawa Tengah yang dibangun atau direhabilitasi melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan jajaran Polda Jawa Tengah.

Baca Juga: Percepat Swasembada Pangan 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Teken Komitmen Bersama Bupati-Wali Kota se-Jateng

Dari jumlah tersebut, 19 jembatan telah rampung, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan.

“Pengerjaannya melibatkan masyarakat setempat sehingga terjalin interaksi yang baik. Secara nasional, total ada 171 jembatan yang telah terbangun, dan Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak,” katanya.

Jembatan di Dukuh Matangan pertama kali dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada 1981 dan menjadi akses utama penghubung Desa Cucukan dan Desa Kotesan.

Pada 2021, jembatan tersebut rusak dan terputus akibat banjir, memaksa warga menempuh jalur memutar untuk beraktivitas.

Pada 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan bantuan sebesar Rp 400 juta, ditambah dukungan swadaya dari Polres Klaten, untuk membangun kembali jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar 4 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono mengatakan pembangunan jembatan tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dan gotong royong antara pemerintah daerah dan Polri dalam menyediakan layanan dasar masyarakat.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait