Kapolres Kendal Respons Isu Pocong yang Viral, Jangan Mudah Panik Banyak Konten Rekayasa di Medsos

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya soal isu pocong.
KENDAL, puskapik.com - Kabar kemunculan sosok menyerupai pocong di wilayah Kaliwungu Selatan viral di media sosial dan membuat warga Kabupaten Kendal geger.
Informasi tersebut ramai beredar melalui status WhatsApp dan berbagai media sosial sejak beberapa hari terakhir.
Unggahan yang tersebar memuat poster bertuliskan “Hati-Hati Modus Baru” disertai imbauan agar warga tidak sembarangan membuka pintu rumah pada malam hingga dini hari.
Baca Juga: Latihan Kayak, Dua Remaja Hanyut di Sungai Laes Penggarit Pemalang
Dalam narasi yang beredar, disebutkan pula adanya dugaan percobaan tindak kejahatan terhadap warga yang membuka pintu rumah saat malam hari.
Tak hanya itu, sejumlah foto suasana rumah warga juga ikut dikaitkan dengan isu tersebut sehingga memicu keresahan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Ia mengimbau warga lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Masyarakat kami minta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tidak mudah percaya hoaks,” kata Hendry, Minggu 24 Mei 2026.
Kapolres menegaskan, hingga saat ini pihak kepolisian terus melakukan pemantauan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Kendal. Warga diminta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Jika menemukan kejadian mencurigakan atau butuh bantuan, segera hubungi 110 atau lapor ke Polsek Kendal terdekat,” ujarnya.
Menurutnya, fenomena viral di media sosial saat ini kerap memunculkan informasi yang belum tentu benar. Bahkan, tidak sedikit konten yang sengaja dibuat menggunakan rekayasa digital maupun teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk menarik perhatian publik.
Baca Juga: Ikut Walk & Run PSMTI, Taj Yasin Ajak Masyarakat Jalani Gaya Hidup Sehat
Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Banyak konten di media sosial dapat berupa rekayasa, editan, atau dibuat dengan teknologi AI. Jangan mudah panik dan tetap bijak menggunakan media sosial,” tandasnya.***


