Kebutuhan Air Industri Kendal Melonjak, Bendungan Bodri Didorong Jadi Prioritas

Selasa, 8 September 2026 | 18.37
Bupati kendal Dyah kartika Permanasari.
Bupati kendal Dyah kartika Permanasari.

Kebutuhan air industri Kendal diprediksi meningkat seiring ekspansi kawasan industri. Pemkab mendorong percepatan pembangunan Bendungan Bodri sebagai solusi.

KENDAL, puskapik.com — Laju industrialisasi di Kabupaten Kendal membawa pekerjaan rumah baru bagi pemerintah daerah. Di tengah terus berkembangnya kawasan industri, kebutuhan pasokan air dalam jumlah besar diperkirakan ikut melonjak.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Kendal kembali mendorong pemerintah pusat mempercepat pembangunan Bendungan Bodri. Infrastruktur yang direncanakan berada di wilayah Kendal dan Temanggung itu dinilai menjadi salah satu solusi untuk menjamin ketersediaan air dalam jangka panjang.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan persoalan air harus dipersiapkan sejak sekarang. Terlebih, sejumlah kawasan industri di Kendal masih terus melakukan pengembangan.

"Industri di Kendal kan sedang berproses, termasuk tahap kedua di KIK dan Seafer. Tentunya pemenuhan kebutuhan air untuk industri ini pasti nanti akan meningkat," kata Tika, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Hutan Magelung Kendal Terbakar, TNI-Polri dan Damkar Cegah Api Meluas

Menurutnya, pembangunan Bendungan Bodri memiliki peran strategis. Selain mendukung kebutuhan air untuk industri, keberadaan bendungan diharapkan dapat memperkuat ketersediaan sumber daya air untuk menopang pembangunan daerah.

Bendungan tersebut direncanakan mencakup dua wilayah kabupaten. Di Kendal, lokasi pembangunan berada di Desa Banyuringin dan Desa Kalibodri. Sementara di Kabupaten Temanggung berada di Desa Ngaliyan.

Pemkab Kendal sebenarnya berharap pembangunan bendungan dapat dimulai tahun ini. Namun, rencana tersebut harus tertunda.

"Ternyata beberapa waktu lalu diinfokan tidak jadi tahun ini, belum tahu alasannya," ujar Tika.

Penundaan itu menjadi perhatian Pemkab Kendal karena kebutuhan air diperkirakan semakin besar seiring masuk dan berkembangnya industri. Kendal saat ini tengah mendorong pengembangan kawasan industri sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Pemkab Kendal telah melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Baca Juga: Ning Nawal Luncurkan Program Kapulaga di Lereng Sumbing, Perkuat Kelompok Usaha Berbasis Keluarga

Koordinasi dilakukan untuk menyatukan kebutuhan pemerintah daerah dengan kepentingan industri serta rencana pengembangan kawasan industri di Jawa Tengah.

Tika mengatakan, Bappenas sebelumnya mengarahkan agar pembahasan pembangunan infrastruktur air dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah provinsi dan kalangan pengusaha.

"Kemarin dari Bappenas menyampaikan arahan untuk rapat dengan provinsi, kemudian termasuk juga Apindo, karena rencana Jawa Tengah itu akan dijadikan kawasan industri yang terintegratif," jelasnya.

Halaman 1 dari 2