Keluarga Diraja Brunei Menindaklanjuti Rencana Investasi di Jawa Tengah dengan Prioritas Energi Terbarukan

Kamis, 5 Februari 2026 | 16.34

Keluarga Diraja Brunei menindaklanjuti rencana investasi di Jawa Tengah, fokus awal energi terbarukan melalui penandatanganan letter of intent investasi

Untuk sektor energi terbarukan, Ahmad Luthfi menawarkan optimalisasi sejumlah waduk di Jawa Tengah, serta pengembangan energi bersih guna mendukung Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan kawasan industri lainnya. Khusus untuk KITB, komunikasi dengan pengelola kawasan telah dilakukan dan kini menunggu langkah strategis lanjutan.

“KITB merupakan kawasan industri terbesar yang kami miliki. Di sana sudah terintegrasi antara industri, pariwisata, dan perumahan, serta rencana pembangunan dry port. Ini menjadi peluang investasi yang sangat bagus,” ujarnya.

Ahmad Luthfi juga menyampaikan, jika memungkinkan akan berencana melakukan kunjungan balasan ke Brunei Darussalam di masa mendatang. Selain untuk penandatanganan kerja sama, kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk bertemu dengan para pekerja migran asal Jawa Tengah yang bekerja di Brunei Darussalam.

Pangiran Muda Abdul Qawi mengungkapkan, selama berada di Jawa Tengah, ia telah mengunjungi sejumlah lokasi, termasuk Candi Borobudur yang terakhir kali dikunjunginya sekitar 20 tahun lalu.

Terkait potensi kerja sama, ia juga telah mengajak sejumlah delegasi untuk membahas aspek teknis investasi dengan dinas dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Hingga akhir 2025, nilai investasi Brunei Darussalam di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp 5 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan awal yang positif terhadap iklim investasi di Jawa Tengah. Ke depan, peluang perluasan investasi Brunei Darussalam terus dijajaki, mencakup sektor agroindustri, rantai pasok pangan halal, perikanan terpadu, cold chain logistics, serta layanan kesehatan berkonsep ramah lingkungan. **

Halaman 2 dari 2

Artikel Terkait