Kendal Masuk Prioritas Sungai Watch, Krisis Sampah Sungai Disorot Aktivis Global

Senin, 4 Mei 2026 | 17.46
Aktivis sungai watch bersama wakil bupati Kendal melihat kondisi sungai kendal. (edhot)
Aktivis sungai watch bersama wakil bupati Kendal melihat kondisi sungai kendal. (edhot)

Kendal jadi prioritas Sungai Watch usai disorot darurat sampah. Aktivis global dorong aksi bersih sungai dan program penanganan berkelanjutan.

KENDAL, puskapik.com - Kabupaten Kendal masuk dalam daftar prioritas pengembangan program Sungai Watch setelah dinilai sebagai salah satu daerah dengan kondisi darurat sampah.

Penilaian tersebut muncul dalam rangkaian aksi lingkungan bertajuk Run for Rivers yang melintasi wilayah tersebut.

Tiga pendiri Sungai Watch asal Prancis, Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib, menemukan kondisi Sungai Kendal yang dipenuhi timbunan sampah saat melintasi daerah tersebut.

Baca Juga: Banyumas Luncurkan Aplikasi “SLAMET”, Layanan ASN Kini Lebih Cepat dan Real Time

“Ada dua daerah yang menurut kami darurat, Sidoarjo dan Kendal ini,” tegas Gary.

Dalam etape ke-37 perjalanan dari Bali menuju Jakarta, tim Sungai Watch bersama Pemerintah Kabupaten Kendal, relawan, serta unsur TNI dan Polri turun langsung melakukan aksi bersih sungai di wilayah Kelurahan Ngilir.

Kondisi sungai yang dipenuhi sampah terlihat menutup sebagian aliran air. Saat hujan deras, limbah memang terbawa arus, namun pada akhirnya hanya berpindah ke laut tanpa penanganan yang tuntas.

Baca Juga: Lomba Desa Brebes, Desa Laren Andalkan Lapangan Watu Jaran dan Sunmor sebagai Inovasi Pemberdayaan

“Sungainya penuh sampah, saat hujan memang hilang, tapi itu hanya berpindah ke laut,” ujarnya.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait