Kendal Masuk Prioritas Sungai Watch, Krisis Sampah Sungai Disorot Aktivis Global

Kendal jadi prioritas Sungai Watch usai disorot darurat sampah. Aktivis global dorong aksi bersih sungai dan program penanganan berkelanjutan.
KENDAL, puskapik.com - Kabupaten Kendal masuk dalam daftar prioritas pengembangan program Sungai Watch setelah dinilai sebagai salah satu daerah dengan kondisi darurat sampah.
Penilaian tersebut muncul dalam rangkaian aksi lingkungan bertajuk Run for Rivers yang melintasi wilayah tersebut.
Tiga pendiri Sungai Watch asal Prancis, Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib, menemukan kondisi Sungai Kendal yang dipenuhi timbunan sampah saat melintasi daerah tersebut.
Baca Juga: Banyumas Luncurkan Aplikasi “SLAMET”, Layanan ASN Kini Lebih Cepat dan Real Time
“Ada dua daerah yang menurut kami darurat, Sidoarjo dan Kendal ini,” tegas Gary.
Dalam etape ke-37 perjalanan dari Bali menuju Jakarta, tim Sungai Watch bersama Pemerintah Kabupaten Kendal, relawan, serta unsur TNI dan Polri turun langsung melakukan aksi bersih sungai di wilayah Kelurahan Ngilir.
Kondisi sungai yang dipenuhi sampah terlihat menutup sebagian aliran air. Saat hujan deras, limbah memang terbawa arus, namun pada akhirnya hanya berpindah ke laut tanpa penanganan yang tuntas.
Baca Juga: Lomba Desa Brebes, Desa Laren Andalkan Lapangan Watu Jaran dan Sunmor sebagai Inovasi Pemberdayaan
“Sungainya penuh sampah, saat hujan memang hilang, tapi itu hanya berpindah ke laut,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Sungai Watch memastikan Kendal menjadi target strategis pengembangan program di Jawa Tengah.
Langkah konkret yang disiapkan antara lain pembukaan cabang baru serta pemasangan 20 hingga 25 jaring sampah berbahan PVC untuk menahan limbah di aliran sungai.
Selain itu, program juga akan dilengkapi dengan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik berbasis komunitas sebagai upaya jangka panjang.
“Sungai adalah sumber kehidupan, kalau kotor dampaknya panjang,” tambah Gary.
Pemerintah daerah mengakui persoalan sampah di Kendal sudah berada pada tahap serius.
Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, menyebut persoalan ini sebagai masalah besar yang membutuhkan penanganan menyeluruh.
“Ini problem besar yang harus segera ditangani,” katanya.
Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan sistem pengelolaan, tetapi juga menyangkut perilaku masyarakat.
“Keteladanan harus dimulai dari diri sendiri, dari keluarga hingga lingkungan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kendal menyatakan siap mendukung penuh pembukaan cabang Sungai Watch sebagai bagian dari upaya penanganan darurat sampah di wilayahnya.
“Kami berharap ini membantu menyelesaikan persoalan sampah di Kendal,” tandasnya.
Gerakan Run for Rivers sendiri merupakan ekspedisi lari sejauh 1.260 kilometer dari Bali menuju Jakarta yang dilakukan untuk menggalang dukungan penanganan sampah sungai.
Setiap hari, para peserta menempuh jarak sekitar 25 kilometer sambil melakukan aksi bersih sungai dan berkolaborasi dengan komunitas lokal.
Program ini menargetkan penggalangan dana hingga 1 juta dolar AS serta pengangkatan satu juta kilogram sampah plastik dari sungai-sungai di Indonesia.
Selain itu, perjalanan ini juga dimanfaatkan untuk memetakan kondisi riil sungai sebagai dasar perluasan program penanganan sampah di berbagai daerah, khususnya di Pulau Jawa. **