Kendal Tornado FC Ingin Punya Stadion Sendiri, Target Jadi Pusat Sepak Bola Pantura

Selasa, 4 Agustus 2026 | 20.23
Owner Kendal Tornado FC, Junianto. (edhot)
Owner Kendal Tornado FC, Junianto. (edhot)

Kendal Tornado FC berencana membangun stadion berkapasitas 10 ribu penonton di Pegandon. Stadion disiapkan sebagai pusat pengembangan sepak bola dan ekonomi daerah.

KENDAL, puskapik.com – Kendal Tornado FC terus menunjukkan keseriusannya membangun fondasi jangka panjang sebagai klub profesional.

Setelah mengembangkan Charlie Training Center, klub berjuluk Laskar Badai Pantura itu kini berencana membangun stadion berkapasitas sekitar 10 ribu penonton di kawasan dekat exit Tol Kendal, Kecamatan Pegandon.

Sebagai langkah awal, manajemen membuka sayembara desain dan perencanaan stadion dengan hadiah utama Rp50 juta.

Baca Juga: LKPM Award Pemkab Batang, BPI Raih Kategori Perusahaan PMA Terbaik

Tak hanya itu, pemenang juga akan direkrut sebagai pegawai Wahyu Agung Group.

Owner Kendal Tornado FC, Junianto, mengatakan pembangunan stadion merupakan bagian dari strategi memperkuat infrastruktur olahraga sekaligus mendukung perkembangan klub yang baru sekitar satu tahun berkompetisi di Liga 2.

Menurut pria yang akrab disapa Anto itu, stadion nantinya tidak hanya difungsikan sebagai kandang Kendal Tornado FC, tetapi juga dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang dilengkapi hotel serta akses langsung menuju jalan tol.

Baca Juga: Sumur Mengering, Warga Pilangsari Kendal Andalkan Bantuan Air Bersih dari TNI

Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah sekaligus menjadikan Kendal sebagai salah satu pusat pengembangan sepak bola nasional.

"Harapan kami, dengan adanya stadion ini Kendal semakin maju, semakin berkembang, dan anak-anak Kendal semakin mencintai sepak bola," ujar Anto, Senin (3/8/2026).

Ia menegaskan, pembangunan stadion bukan semata-mata untuk kepentingan klub, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan sepak bola Indonesia. Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan menjadi penopang pembinaan pemain secara profesional sehingga mampu meningkatkan daya saing di level Asia.

Anto menilai keberhasilan klub-klub di Thailand dan Malaysia dalam memiliki stadion sendiri menjadi inspirasi bagi Kendal Tornado FC. Ia berharap langkah tersebut dapat memotivasi klub-klub lain di Indonesia untuk turut membangun fasilitas olahraga yang representatif.

"Kami ingin sepak bola Indonesia terus berkembang dan tidak kalah dengan negara-negara lain di Asia. Di Thailand maupun Malaysia, banyak klub yang sudah memiliki stadion sendiri. Mudah-mudahan langkah ini juga dapat memotivasi klub-klub lain untuk membangun stadion," katanya.

Ia juga mengapresiasi pemerintah yang telah membangun berbagai stadion di Indonesia.

Namun, tingginya jumlah penduduk dan besarnya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola dinilai membutuhkan tambahan infrastruktur yang lebih luas agar mampu mengakomodasi perkembangan industri olahraga tersebut.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait