Sumur Mengering, Warga Pilangsari Kendal Andalkan Bantuan Air Bersih dari TNI

Selasa, 4 Agustus 2026 | 19.34
Bantuan air bersih dari Kodim 0715 Kendal untuk warga di Patean yang mengalami kekeringan. (edhot)
Bantuan air bersih dari Kodim 0715 Kendal untuk warga di Patean yang mengalami kekeringan. (edhot)

Warga Dusun Pilangsari, Desa Sidodadi, Kendal, mengandalkan bantuan air bersih dari Kodim 0715 setelah sumur mengering akibat kemarau dan pengeboran tak membuahkan hasil.

KENDAL, puskapik.com – Musim kemarau mulai dirasakan dampaknya oleh warga Dusun Pilangsari, Desa Sidodadi, Kecamatan Patean.

Sumur-sumur warga mengalami penurunan debit, sementara upaya mencari sumber air baru belum membuahkan hasil. Di tengah kondisi tersebut, Kodim 0715/Kendal menyalurkan bantuan air bersih menggunakan Water Tank Truck, Selasa (4/8/2026).

Ratusan warga tampak membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken hingga drum penampung, untuk memperoleh pasokan air bersih yang akan digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan mencuci.

Baca Juga: 9 Tahun Rusak, Petani di Pruwatan Brebes Tunggu Perbaikan Bendung Kedungjembat

Komandan Kodim 0715/Kendal, Letkol Inf Ade Sohali, S.Sos., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Oleh sebab itu, Kodim 0715/Kendal siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar distribusi bantuan dapat terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Baca Juga: KPK Geledah Rumah dan Kantor Tersangka Korupsi Pemalang, Ini Hasilnya

"Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui bantuan ini kami berharap dapat meringankan beban warga yang terdampak kekeringan. Kodim 0715/Kendal akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi," ujar Ade Sohali.

Desa Sidodadi yang terdiri atas 11 dusun dengan jumlah penduduk sekitar 7.600 jiwa menjadi salah satu wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih. Dusun Pilangsari termasuk kawasan yang paling terdampak karena sumber air warga semakin terbatas.

Kepala Dusun Pilangsari, Sugiarto, mengungkapkan bahwa warga sebenarnya telah berupaya mencari sumber air alternatif dengan melakukan pengeboran hingga kedalaman sekitar 30 meter. Namun, air yang ditemukan memiliki rasa asin sehingga tidak dapat dimanfaatkan sebagai air bersih.

"Kami berharap ada bantuan pembangunan sumur bor agar masyarakat memiliki sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0715/Kendal yang telah bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga yang dalam beberapa pekan terakhir harus berhemat menggunakan air akibat semakin menipisnya cadangan air di sumur-sumur rumah tangga.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait