Ketika Pabrik Tumbuh, Rumah Pekerja Jadi Kebutuhan Baru di Batang-Kendal

Pesatnya industri Batang-Kendal memicu kebutuhan hunian pekerja. Perumahan subsidi Puri Banaran Indah hadir dengan 376 unit rumah dekat kawasan industri.
BATANG, puskapik.com – Deru pembangunan kawasan industri di Kabupaten Batang dan Kendal membawa dampak besar bagi kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, pertumbuhan industri juga memunculkan kebutuhan baru: hunian yang dekat dengan tempat kerja, nyaman, dan tetap terjangkau.
Bagi para pekerja pabrik, memiliki rumah di sekitar kawasan industri bukan sekadar soal tempat tinggal.
Baca Juga: Di Mandiri Jogja Marathon 2026, Ahmad Luthfi Serukan Sport Tourism dan Kolaborasi Antarwilayah
Jarak yang lebih dekat berarti menghemat waktu perjalanan, menekan biaya transportasi, sekaligus memberikan ruang hidup yang lebih baik bagi keluarga.
Melihat kebutuhan tersebut, pembangunan perumahan subsidi menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Salah satunya melalui pembangunan Perumahan Puri Banaran Indah di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, yang dikembangkan oleh PT Graha Menara Hijau.
Baca Juga: Perluas Akses Baca, Disperpusip Tegal Hadirkan Perpustakaan Keliling ke Sekolah
Ketua DPRD Kabupaten Batang, Suudi mengatakan, pertumbuhan industri harus diimbangi dengan ketersediaan hunian bagi masyarakat, khususnya pekerja yang menjadi bagian dari perkembangan ekonomi daerah.
Menurutnya, para pengembang properti perlu melihat peluang tersebut dengan menghadirkan rumah yang sesuai dengan kemampuan masyarakat.
"Kami sangat berterima kasih kepada PT Graha Menara Hijau yang telah berinvestasi di Kabupaten Batang melalui pembangunan Perumahan Puri Banaran Indah. Ini membantu pemerintah daerah karena investasi seperti ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menyediakan rumah layak bagi masyarakat," ujar Suudi saat peluncuran perumahan, Minggu (21/6/2026).
Suudi menyebut, rumah subsidi menjadi jawaban bagi banyak pekerja, buruh, maupun karyawan industri yang selama ini masih menunggu kesempatan memiliki rumah sendiri.
Menurutnya, lokasi perumahan yang dekat dengan kawasan industri memberikan nilai tambah bagi penghuni.
"Selain memudahkan mobilitas pekerja, mereka juga bisa mengurangi biaya transportasi dan memiliki hunian yang lebih nyaman untuk keluarga," katanya.


