Perluas Akses Baca, Disperpusip Tegal Hadirkan Perpustakaan Keliling ke Sekolah

Disperpusip Kabupaten Tegal mengintensifkan perpustakaan keliling ke sekolah untuk memperluas akses baca. Program ini didukung komunitas pegiat literasi.
SLAWI, puskapik.com – Guna mengatasi keterbatasan akses terhadap sumber bacaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Tegal mengintensifkan layanan mobil Perpustakaan Keliling langsung ke sekolah.
Layanan ini diwujudkan diantaranya melalui kegiatan Goes to School di SD Negeri 01 Kupu, Kecamatan Dukuhturi, Jumat (19/6/2026) lalu, yang juga terintegrasi dengan program Bupati Tegal Tilik Desa.
Kedatangan mobil perpustakaan keliling disambut antusias para siswa. Mereka dengan tertib mengantre untuk memilih koleksi buku Perpustakaan Soekarno-Hatta (Soetta).
Baca Juga: Mobil Terperosok ke Jurang di Lebakbarang Pekalongan, Tiga Korban Dilarikan ke RSUD Kajen
Plt Kepala Disperpusip Kabupaten Tegal Hari Nugroho menjelaskan bahwa kehadiran armada ini bertujuan mendekatkan buku berkualitas kepada siswa melalui suasana baru yang menyegarkan.
“Dalam kegiatan tersebut siswa mendapatkan akses langsung ke variasi buku baru. Mulai dari buku cerita, sejarah Islam, ensiklopedia, hingga sains yang mungkin belum tersedia di perpustakaan sekolah mereka,” kata Hari, Minggu (21/6/2026).
Untuk memotivasi siswa agar aktif membaca dan bercerita, Disperpusip juga menyediakan hadiah berupa susu kotak bernutrisi.
Baca Juga: Korban Tenggelam Sungai Bodri di Patebon Kendal Ditemukan, Tersangkut Jaring Warga
Agar program perluasan akses ini berjalan interaktif, Disperpusip menggandeng komunitas literasi seperti Relawan Gesit Tegal, Tegal Read a Loud, dan Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI).
Para relawan tidak hanya membawa buku, tetapi juga menyajikan dongeng, sulap, dan permainan edukatif.
Hari menegaskan, kolaborasi ini adalah kunci mempercepat penyebaran literasi karena menghadirkan pendekatan yang segar bagi anak-anak.
Jessy Fransiska dari Tegal Read a Loud yang memandu metode membaca nyaring (read aloud) mengaku terkesan dengan tingginya minat baca para siswa di lapangan.
"Antusiasme anak-anak terhadap literasi membaca buku luar biasa. Ini menjadi fokus kami di komunitas untuk ikut mencerdaskan anak bangsa," katanya.
Semangat serupa juga ditunjukkan oleh Alin, anggota Relawan Gesit Tegal. Ia bahkan rela berkendara motor pada malam hari dari Semarang menuju Tegal di sela jadwal work from home (WFH) demi membantu menyukseskan distribusi akses bacaan ini. **

