KIK Dongkrak Peluang Kerja Lokal, Pengiriman PMI Asal Kendal Turun Lebih dari 50 Persen

Kawasan Industri Kendal membuka lebih banyak lapangan kerja dan menekan jumlah PMI asal Kendal. Pada 2026, jumlah PMI turun menjadi 1.500 orang dari 3.500 pada 2025.
KENDAL, puskapik.com – Keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK) membawa dampak positif terhadap sektor ketenagakerjaan di Kabupaten Kendal.
Selain membuka peluang kerja yang semakin luas bagi masyarakat lokal, perkembangan kawasan industri tersebut juga berkontribusi terhadap penurunan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kendal yang bekerja di luar negeri.
Data Dinas Perindustrian dan Ketenagakeran (Disperinaker) Kabupaten Kendal mencatat, hingga semester kedua tahun 2026 jumlah PMI asal Kendal yang bekerja di luar negeri mencapai 1.500 orang. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 3.500 orang.
Baca Juga: HPPI Kendal Siapkan Generasi Muda Hadapi Bonus Demografi dan Indonesia Emas
Kepala Disperinaker Kabupaten Kendal, Cicik Sulastri mengatakan, berkembangnya KIK menjadi salah satu faktor yang memengaruhi menurunnya angka pengiriman PMI dari Kabupaten Kendal.
"Dampak KIK cukup berperan. Tahun ini memang ada penurunan PMI dibandingkan tahun lalu. Kalau tahun lalu Kendal menjadi penyumbang PMI terbesar kedua di Jawa Tengah," ujar Cicik.
Menurutnya, semakin banyaknya perusahaan yang beroperasi di KIK membuat masyarakat Kendal kini lebih memilih bekerja di daerah sendiri dibandingkan harus merantau ke luar negeri. Terlebih, sejumlah perusahaan di KIK juga memberikan prioritas bagi tenaga kerja lokal.
Baca Juga: Gebyar Bumiayu Fair 2026 Siapkan Wahana Dinosaurus dan Prosotan Pelangi, Apa Lagi yang Baru?
"Saat ini peluang kerja di Kendal sudah cukup tinggi, apalagi sekarang ada prioritas untuk tenaga kerja lokal," katanya.
Ia menambahkan, Disperinaker Kendal juga rutin menyelenggarakan berbagai pelatihan keterampilan bagi para lulusan sekolah untuk meningkatkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
"Kami juga ada pelatihan dan sudah ada kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di KIK," imbuhnya.
Negara tujuan PMI asal Kabupaten Kendal sendiri masih didominasi Hongkong, Taiwan, Malaysia, dan Jepang dengan mayoritas pekerja merupakan perempuan. Namun, tren tersebut mulai mengalami perubahan seiring meningkatnya peluang kerja di sektor industri dalam negeri.
Besarnya kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Kendal juga terlihat dalam pelaksanaan Job Fair 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Kendal dalam rangka Hari Jadi ke-421 Kabupaten Kendal. Dari total 30 perusahaan yang berpartisipasi, sebanyak 12 perusahaan berasal dari KIK, sembilan perusahaan dari luar KIK, lima Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta empat Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS).
Peluang tersebut dimanfaatkan para pencari kerja lokal. Naziroh, lulusan MAN Kendal tahun 2025 asal Kecamatan Cepiring, menjadi salah satu pelamar yang mengajukan lamaran ke tiga perusahaan di KIK. Ia mengaku memilih bekerja di Kendal karena lokasinya yang dekat dengan rumah dan peluang yang dinilai cukup besar.
"Karena jaraknya dekat dengan rumah, terus banyak juga teman saya yang kerja di sana. Saya rasa peluangnya cukup besar," ujarnya.
Meski demikian, Naziroh menyadari persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di kawasan industri cukup ketat, terutama bagi lulusan SMA sederajat.
"Baru pertama kali mencoba, semoga salah satu perusahaan ada yang menerima saya," katanya.
Hal serupa disampaikan Rindiani, lulusan SMAN 1 Kendal asal Langenharjo yang berharap dapat segera memperoleh pekerjaan di KIK untuk membantu perekonomian keluarga.
"Kebetulan ada perusahaan dari KIK yang buka lowongan, saya niati bismillah ikut, semoga hasilnya bisa diterima," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif KIK Kendal, Juliani Kusumaningrum mengungkapkan hingga saat ini terdapat 143 perusahaan yang telah berinvestasi di KIK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 perusahaan telah beroperasi dan 31 perusahaan masih dalam tahap konstruksi, sedangkan sisanya masih dalam proses pengembangan.
Perkembangan investasi yang terus meningkat tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Kabupaten Kendal. KIK tak hanya menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi warga untuk mendapatkan pekerjaan layak tanpa harus meninggalkan kampung halamannya.



