KNMP Gempolsewu Mulai Dibangun, Nelayan Kendal Disiapkan Naik Kelas

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08.55 WIB
Bupati melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampung nelayan merah puti di gempolsewu. (edhot)
Bupati melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampung nelayan merah puti di gempolsewu. (edhot)

Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mulai dibangun di Gempolsewu, Kendal. Program ini ditargetkan memperkuat ekonomi nelayan melalui fasilitas perikanan terintegrasi.

KENDAL, puskapik.com – Upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Kendal memasuki tahap baru. Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) resmi mulai dibangun di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Selasa (18/8/2026).

Pembangunan ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama PT Agrinas Jaladri Nusantara. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 153 hari.

KNMP Gempolsewu menjadi bagian dari program prioritas pemerintah untuk memperkuat kawasan pesisir dan meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan. Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri diarahkan untuk membangun ekosistem perikanan yang lebih produktif dan berdaya saing.

Baca Juga: Terdakwa Pembunuhan di Banjarharjo Brebes Divonis Seumur Hidup

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, pembangunan KNMP bukan hanya menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga menjadi langkah untuk memodernisasi kawasan pesisir.

“Dengan dibangunnya KNMP ini, ke depan akan ada modernisasi. Kita ingin mengubah wajah kampung nelayan menjadi lebih tertata dan modern,” ujar Dyah.

Menurutnya, fasilitas yang dibangun nantinya diharapkan dapat memperkuat aktivitas nelayan mulai dari proses penangkapan, pengolahan, penyimpanan hingga pemasaran hasil perikanan.

Baca Juga: Hari Jadi Ke-81, Jawa Tengah Bertabur Infrastruktur

“Nelayan diharapkan tidak hanya menjadi penghasil ikan, tetapi juga mampu mengelola hasil tangkapannya sehingga nilai ekonominya meningkat,” katanya.

Konsultan dan Konstruksi PT Agrinas Jaladri Nusantara, Agus, mengatakan KNMP Gempolsewu dirancang dengan konsep terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Sejumlah fasilitas akan dibangun untuk mendukung aktivitas nelayan. Di antaranya gedung penyimpanan perbekalan, pabrik es, shelter pendaratan ikan, kios perbekalan, serta tangki air.

“Konsepnya terintegrasi. Jadi aktivitas nelayan dari kebutuhan sebelum melaut, kemudian pendaratan hasil tangkapan sampai pengelolaan dan pemasaran bisa didukung dari kawasan ini,” jelas Agus.

Dengan fasilitas tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat segera ditangani setelah kapal bersandar. Ikan kemudian dapat disortir dan didistribusikan dengan penanganan yang lebih baik.

Harapannya, nelayan tidak hanya memperoleh penghasilan dari aktivitas menangkap ikan, tetapi juga mendapatkan manfaat lebih besar dari proses pengelolaan hasil tangkapan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kampung Nelayan Merah Putih, Linggom, mengatakan Gempolsewu dipilih karena merupakan salah satu sentra nelayan sekaligus memiliki posisi strategis di kawasan pantura.

“Gempolsewu ini menjadi wilayah penyangga antara beberapa kabupaten, mulai Kendal, Batang, Pekalongan, Demak hingga Jepara,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, mengatakan sebelum Gempolsewu dipilih, terdapat sejumlah lokasi yang sempat diusulkan, seperti Bandengan dan Sendang Sikucing.

Namun, Gempolsewu akhirnya dipilih setelah dinilai memenuhi berbagai persyaratan, termasuk ketersediaan lahan.

Hudi menyebut kawasan KNMP Gempolsewu memanfaatkan lahan milik desa sekitar 2.500 meter persegi. Nantinya, pengelolaan kawasan tersebut akan melibatkan koperasi desa.

Pembangunan KNMP juga dirancang memperhatikan aspek lingkungan. Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis bioteknologi.

IPAL tersebut digunakan untuk mengolah limbah dari aktivitas perikanan sehingga tidak langsung mencemari kawasan pesisir.

Selain itu, fasilitas pendaratan ikan, pabrik es, kios perbekalan, tangki air, jalan kawasan dan berbagai infrastruktur pendukung lainnya disiapkan untuk memperkuat aktivitas nelayan.

Pengelolaan kawasan nantinya juga diarahkan agar dapat membuka peluang pengembangan ekonomi lain, termasuk potensi wisata pesisir.

Bupati Kendal berharap KNMP Gempolsewu menjadi motor penggerak ekonomi baru di kawasan pesisir.

Menurut Dyah, keberadaan fasilitas yang lengkap harus diikuti peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Karena itu, pengembangan kewirausahaan dan kapasitas masyarakat nelayan juga menjadi bagian penting agar manfaat KNMP dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Program tersebut sejalan dengan arah pengembangan ekosistem perikanan nasional yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga pemasaran hasil laut.

Dengan konsep dari laut hingga pasar tersebut, KNMP Gempolsewu diharapkan mampu memangkas mata rantai yang selama ini membuat nilai hasil tangkapan nelayan belum maksimal.

Target akhirnya bukan sekadar membangun kawasan baru, tetapi menciptakan ekosistem perikanan yang membuat nelayan lebih produktif, pendapatan meningkat, dan masyarakat pesisir Kendal mampu naik kelas.

Artikel Terkait