Korban Meninggal Adu Banteng di Patebon Bertambah Jadi Tiga

Korban kecelakaan di jalur tembus Patebon, Kendal, bertambah menjadi tiga orang. Seorang pelajar meninggal setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Soewondo.
KENDAL, puskapik.com – Kecelakaan maut yang melibatkan dua sepeda motor di jalur tembus Patebon, Kabupaten Kendal, kembali membawa kabar duka.
Satu korban yang sebelumnya sempat mendapat perawatan di RSUD dr. H. Soewondo Kendal akhirnya meninggal dunia, Jumat (21/8/2026) petang.
Korban tersebut adalah RW (14), warga Desa Truko, Kecamatan Kangkung. Pelajar SMK 01 NU Kendal itu sebelumnya mengalami luka berat setelah sepeda motor Honda Beat H-2804-AGD yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan Honda Scoopy H-3546-OU.
Baca Juga: Niat Menyalip Berujung Maut, Dua Pelajar di Kendal Tewas di Jalan Tembus Patebon
Dengan meninggalnya RW, jumlah korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Mataram, jalur tembus Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, tersebut menjadi tiga orang.
Sebelumnya, dua korban telah dinyatakan meninggal dunia, yakni MAP (15), warga Desa Sendangdawung, Kecamatan Kangkung, dan MFF (14), warga Desa Lumansari, Kecamatan Gemuh.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal Ipda M Heru Ardiantoro mengatakan, ketiga korban meninggal dunia dalam waktu berbeda. Satu korban meninggal di lokasi kejadian, korban kedua meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, sedangkan korban ketiga meninggal setelah menjalani perawatan.
Baca Juga: Stand Dindukcapil di Brebes Expo Diserbu, Layani Ratusan Permohonan Adminduk
“Korban meninggal satu di lokasi, satu saat dilarikan ke rumah sakit, dan satu lagi setelah menjalani perawatan di RSUD Soewondo,” kata Heru.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Honda Scoopy melaju dari arah timur. Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara berusaha mendahului kendaraan lain yang berada di depannya.
Namun, saat melakukan manuver, sepeda motor tersebut bergerak terlalu ke kanan hingga masuk ke jalur berlawanan.
Pada saat bersamaan, Honda Beat yang dikendarai RW melaju dari arah berlawanan. Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat pengendara Scoopy tidak dapat menguasai laju kendaraannya.
Benturan kedua sepeda motor pun tidak dapat dihindarkan.
Petugas Satlantas Polres Kendal kemudian melakukan penanganan di lokasi kejadian. Kedua kendaraan yang terlibat juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Meninggalnya RW menambah panjang daftar korban dalam kecelakaan yang melibatkan pengendara usia pelajar tersebut. Polisi pun kembali mengingatkan pentingnya kehati-hatian, terutama saat melakukan manuver mendahului.


