Lapas Plantungan Kendal Kembangkan Ubi Yakon, Warga Binaan Dilibatkan Program Ketahanan Pangan

Lapas Plantungan Kendal kembangkan budidaya ubi yakon untuk ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian dan keterampilan agribisnis warga binaan.
KENDAL, puskapik.com - Program ketahanan pangan berbasis pembinaan kemandirian terus dikembangkan di Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan.
Salah satu langkah konkret yang kini dijalankan yakni budidaya tanaman ubi yakon atau Smallanthus sonchifolius di lahan asimilasi milik lapas.
Kalapas Plantungan Suharno mengatakan, pemilihan komoditas ubi yakon bukan tanpa alasan. Tanaman yang dikenal sebagai pangan fungsional tersebut dinilai cocok dikembangkan di wilayah Plantungan yang memiliki karakteristik dataran tinggi dengan suhu dingin dan kelembapan stabil.
Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Kawal Aspirasi dan Perjuangkan Kesejahteraan Driver Ojol
“Kondisi agroklimat itu dianggap ideal untuk menghasilkan umbi yakon berkualitas tinggi. Pihak lapas memanfaatkan lahan asimilasi secara optimal dengan menerapkan pola budidaya terukur mulai dari pembibitan hingga masa panen,” katanya Selasa 19 Mei 2026.
Proses pembibitan dilakukan melalui pemisahan bonggol tanaman induk yang telah matang, kemudian ditanam menggunakan sistem bedengan dengan pengaturan jarak tanam sekitar 50 sentimeter agar pertumbuhan tanaman lebih maksimal.
Seluruh proses budidaya menerapkan konsep pertanian organik. Penggunaan pupuk kompos dilakukan secara terukur untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus mengurangi risiko pembusukan umbi akibat kandungan nitrogen berlebih.
Baca Juga: Bus Outing Class SMPN 2 Brangsong Kendal Kecelakaan di Tol Cipali, Kernet Tewas dan Tujuh Luka
Selain itu, pengairan lahan dan pembersihan gulma dilakukan secara rutin untuk menjaga kesehatan tanaman dari gangguan hama maupun penyakit.
“Program ini tidak hanya difokuskan pada hasil pertanian semata, namun juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Dalam pelaksanaannya, pihak lapas melibatkan anggota Pramuka Gugus Depan Saka Taruna Bumi Lapas Pemuda Plantungan sebagai bagian dari sistem pembinaan terstruktur,” jelas Suharno.
Warga binaan yang tergabung dalam kelompok tersebut dibagi dalam sejumlah tim kerja dengan tugas berbeda, mulai dari pengawasan debit air, penggemburan tanah, hingga pencatatan perkembangan tanaman secara berkala melalui logbook lapangan.
Seluruh aktivitas dilakukan di bawah pengawasan instruktur teknis dan petugas keamanan lapas agar program pembinaan tetap berjalan sesuai standar keamanan lembaga pemasyarakatan.
Pihak lapas memproyeksikan tanaman ubi yakon akan memasuki masa panen pada usia tujuh hingga delapan bulan. Masa panen ditandai dengan perubahan warna daun serta munculnya bunga kecil berwarna kuning pada tanaman.
Hasil panen nantinya akan dimanfaatkan untuk dua sektor pengolahan. Umbi yakon akan digunakan sebagai bahan pangan alternatif yang kaya kandungan Fructooligosaccharides (FOS), sedangkan bagian daun akan diolah menjadi teh herbal siap seduh melalui proses pengeringan mandiri.
Melalui program tersebut, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan berupaya menghadirkan model pembinaan produktif yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan kerja dan pengalaman agribisnis yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.


