Menjelang Waisak 2026, Momentum Kerek Ekonomi Kawasan Candi Borobudur

Kamis, 14 Mei 2026 | 10.08
puskapik

Perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur diprediksi dongkrak ekonomi lokal, ribuan umat dan wisatawan hadir, hotel dan UMKM mulai ramai.

SEMARANG, puskapik.com – Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 diperkirakan akan mengerek aktivitas ekonomi di kawasan sekitar Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sebab, puluhan ribu orang direncanakan akan meramaikan puncak acara tersebut.

Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, mengatakan, antusiasme umat Buddha untuk mengikuti Waisak tahun ini sangat tinggi. Hingga pertengahan Mei, jumlah peserta yang terdaftar sudah mencapai sekitar 23 ribu orang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga: Rangkaian Kegiatan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal Dimeriahkan Kirab Tombak Kyai Pleret hingga Konser Denny Caknan

“Peserta datang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, Jakarta, Banten, dan paling banyak dari Jawa Tengah,” ujarnya.

Namun demikian, jumlah pengunjung diperkirakan masih akan bertambah signifikan, terutama saat malam pelepasan lampion. “Biasanya pada hari H masih banyak yang datang langsung. Saat pelepasan lampion bisa bertambah hampir 10 ribu orang lagi,” kata Tanto.

Lonjakan kunjungan itu disebut sudah mulai terasa di kawasan Borobudur dan sekitarnya. Hotel, homestay, hingga penginapan milik warga dilaporkan hampir penuh sejak jauh hari.

Baca Juga: Komitmen Mandiri Pangan, Jateng Segera Terapkan RTRW Target 87 % LBS untuk LP2B, Melanggar Kena Sanksi

“Dampaknya tentu besar untuk masyarakat, mulai hotel, homestay, warung makan, restoran, semuanya akan ramai menjelang Waisak,” ujarnya.

Menurut Tanto, momentum libur panjang pada akhir Mei juga menjadi faktor yang membuat Waisak tahun ini diprediksi lebih ramai dibanding tahun sebelumnya.

Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, mengatakan, dukungan Gubenur Jateng, Ahmad Luthfi, selama ini menjadi bagian penting dalam kelancaran penyelenggaraan Waisak Nasional.

“Pak Gubernur pernah ikut sebelumnya, dan tahun ini senang akan hadir juga,” ujarnya seusai audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kota Semarang, Rabu, 13 Mei 2026.

Rangkaian Waisak sendiri sebenarnya telah dimulai sejak awal Mei. Namun, kegiatan besar akan berlangsung pada 23-24 Mei melalui bakti sosial kesehatan gratis di Borobudur dengan target melayani sekitar 10 ribu pasien.

Selain kegiatan sosial, panitia juga menyiapkan sejumlah ritual sakral yang menjadi tradisi tahunan Waisak. Pada 29 Mei akan dilakukan pengambilan Api Dharma dari Mrapen, Grobogan, dilanjutkan pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit pada 30 Mei.

Karuna menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian tahun ini adalah perjalanan para Bhikkhu Thudong yang berjalan kaki dari Bali menuju Borobudur sejauh sekitar 660 kilometer..

“Tahun ini ada 60 bhikkhu yang ikut, terdiri dari 50 bhikkhu asing dan 10 lokal,” katanya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait