Merti Desa Magersari Kendal Jadi Simbol Syukur dan Kebersamaan Warga

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14.14
Iring-iringan kirab budaya merti desa magersari Patebon. dokumen
Iring-iringan kirab budaya merti desa magersari Patebon. dokumen

Tradisi Merti Desa di Magersari, Kendal kembali digelar lewat kirab budaya, doa bersama, dan makan bersama sebagai wujud syukur sekaligus mempererat gotong royong warga.

KENDAL, puskapik.com – Tradisi Merti Desa masih terus lestari di Desa Magersari, Kabupaten Kendal.

Melalui rangkaian kirab budaya, doa bersama, pengajian, hingga makan bersama, masyarakat setempat kembali menggelar tradisi tahunan sebagai wujud rasa syukur atas berkah dan keselamatan yang diterima selama setahun.

Puncak Merti Desa yang sekaligus menjadi Khaul ke-42 Mbah Wali Hasan Abu Hamid digelar di kompleks makam tokoh tersebut, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Sehari Tak Terlihat, Pria di Cepiring Kendal Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar

Acara dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan dan diisi dengan pengajian oleh KH Dr. Sabilal Rosyad M.Si dari Pekalongan serta santunan kepada 24 anak yatim piatu.

Kepala Desa Magersari, Muhyidin, mengatakan Merti Desa merupakan warisan budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Tradisi tersebut menjadi bentuk ungkapan syukur masyarakat sekaligus doa bersama agar desa tetap diberi keberkahan.

Baca Juga: Belum Tunjuk Plt Bupati Sukoharjo, Ahmad Luthfi Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan

"Ini adalah tradisi yang terus kami lestarikan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Harapannya Desa Magersari semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, dan kebersamaan warga tetap terjaga," ujarnya.

Sebelum puncak acara, masyarakat mengikuti majelis zikir dan selawat bersama Al Khidmah.

Selanjutnya digelar kirab budaya yang dimulai dari Masjid Al Muttaqin menuju Makam Mbah Wali Hasan Abu Hamid dengan mengelilingi sejumlah ruas desa.

Kirab diikuti tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, hingga anak-anak.

Warga membawa tumpeng, hasil bumi, makanan, dan minuman sebagai simbol rasa syukur yang kemudian didoakan dan disantap bersama.

Prosesi kirab juga diwarnai penampilan kesenian tradisional serta tokoh Punokawan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait