Motor Tertabrak KA Harina di Weleri Kendal, Satu Pengendara Tewas

Pengendara motor tewas tertabrak KA Harina di perlintasan Weleri Kendal, diduga tak menyadari kereta melintas, motor ringsek dan korban terpental 20 meter.
KENDAL, puskapik.com — Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api sebidang Desa Penaruban, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Sabtu (28/3/2026).
Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah tertabrak Kereta Api Harina relasi Surabaya–Bandung.
Korban diketahui bernama Nasikin, warga Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri.
Baca Juga: LSM Cordova Tegal Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pengeroyokan Anggotanya
Ia sempat mengalami luka parah dan dilarikan ke Rumah Sakit RSI Muhammadiyah Weleri untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban mengendarai sepeda motor Honda PCX bernomor polisi H-2057-OM.
Benturan keras membuat korban terpental hingga masuk ke selokan di sekitar lokasi kejadian, sementara sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan parah.
Baca Juga: Dilepas Gubernur Ahmad Luthfi, 21.975 Warga Nikmati Balik Rantau Gratis Jateng
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, M Heru Ardiantoro, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, kecelakaan bermula ketika korban melaju dari arah selatan menuju utara, tepatnya dari Penaruban menuju Pucuksari.
“Saat melewati perlintasan KA sebidang, dari arah timur ke barat melintas KA Harina dengan kecepatan tinggi. Diduga korban tidak mengetahui adanya kereta yang melintas. Karena jarak sudah dekat, bagian belakang motor tertabrak hingga korban terpental sekitar 20 meter,” jelasnya.
Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi di kilometer 39+6/7 jalur hilir antara Stasiun Weleri dan Stasiun Krengseng.
Akibat kejadian tersebut, KA Harina sempat berhenti luar biasa (BLB) di lokasi untuk pemeriksaan kondisi sarana. Setelah dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), kereta kembali melanjutkan perjalanan.
“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin atas kejadian ini. Sebelum insiden, masinis telah berulang kali membunyikan peringatan melalui seruling lokomotif agar pengendara menjauh dari jalur,” ujar Luqman.
Pihak KAI juga menegaskan akan terus mengintensifkan sosialisasi keselamatan, baik kepada internal maupun masyarakat umum, sebagai upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada dan mematuhi rambu keselamatan saat melintasi perlintasan kereta api, terutama di jalur tanpa palang pintu. **
Artikel Terkait

Nur Atikah, Buruh Pabrik di Brebes yang Menjaga Asa Lewat Rumah Subsidi

Berkat Usulan Ahmad Luthfi, Pembiayaan Rumah Subsidi di Jateng Capai 50 Ribu Unit

Entaskan Kemiskinan, 30 Ribu RTLH di Jateng Dibedah Tahun Ini
