NKRI Harga Mati, Firnando Ajak Warga Sumberejo Perkuat Persatuan di Tengah Perbedaan

Firnando H. Ganinduto ajak warga Sumberejo perkuat persatuan lewat Sosialisasi Empat Pilar, tegaskan NKRI harga mati di tengah perbedaan.
KENDAL,puskapik.com - Persatuan bangsa kembali ditekankan sebagai kunci utama dalam menjaga stabilitas nasional di tengah berbagai perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan politik.
Nilai kebersamaan dinilai menjadi kekuatan terbesar Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Sumberejo, Kaliwungu Kendal.
Dalam kesempatan itu, Anggota MPR RI Firnando H. Ganinduto mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan memperkuat semangat persaudaraan antarsesama warga.
Baca Juga: Gerakan Ansor Menanam, 2.000 Pohon Keras Ditanam di Lereng Prau
Menurut Firnando, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan hasil perjuangan panjang para pendiri bangsa yang harus dijaga bersama.
Kemerdekaan yang diraih dengan pengorbanan besar, kata dia, tidak boleh dirusak oleh perpecahan maupun konflik akibat perbedaan.
“NKRI ini harga mati. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, justru kekuatan kita sebagai bangsa yang majemuk,” katanya di hadapan peserta sosialisasi.
Ia menjelaskan, dalam Empat Pilar MPR RI, nilai persatuan memiliki peran sentral dalam menjaga keutuhan negara. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi agar masyarakat tetap solid meski hidup dalam keberagaman.
Firnando menilai tantangan saat ini bukan hanya persoalan ekonomi atau pembangunan, tetapi juga maraknya isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat. Karena itu, warga diimbau lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak mudah terpancing kabar yang belum tentu benar.
Artikel Terkait

Tinggal di Rumah Seorang Diri, Kakek 66 Tahun di Kendal Ditemukan Meninggal, Warga Sempat Dobrak Pintu

May Day di Kendal, Ratusan Buruh Konvoi Damai, Polwan Berikan Bunga

Bupati Banyumas Luncurkan Salin Aslimas di May Day 01 Mei 2026, 1.065 Pekerja Rentan Terlindungi
