Ahmad Luthfi Cek Posko SPMB dan Sekolah: Seleksi Lancar, Pelayanan Raih Bintang Lima

Sabtu, 13 Juni 2026 | 19.19
puskapik

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memastikan SPMB 2026 berjalan lancar, transparan, bebas titip-menitip, dengan pelayanan optimal meski di hari libur.

SEMARANG, puskapik.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan lancar tanpa kendala, transparan, dan bebas praktik titip-menitip.

Hasil pemantauan langsung di sejumlah posko menunjukkan pelayanan kepada masyarakat berlangsung optimal tanpa keluhan berarti.

Gubernur Ahmad Luthfi meninjau Posko Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan SMAN 3 Semarang, Sabtu pagi (13/6/2026).

Baca Juga: Tim SAR Cari Bocah Tenggelam di Sungai Comal Pemalang

Dari hasil pengecekan tersebut, ia ingin memastikan seluruh tahapan penerimaan peserta didik berjalan sesuai ketentuan dan tidak menemui kendala yang signifikan.

“Masyarakat tidak ada yang komplain, bahkan mereka memberikan bintang lima. Artinya pelayanan dari dinas dan staf sangat baik dan luar biasa,” ujar Ahmad Luthfi.

Berdasarkan laporan yang diterima, kendala yang dihadapi calon peserta didik maupun orang tua umumnya hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi pendaftaran, seperti proses unggah dokumen dan pengisian data. Namun, seluruh persoalan tersebut dapat segera diatasi melalui pendampingan petugas di lapangan.

Baca Juga: Sinergitas Polisi dan Warga, Polsek Kajen Pekalongan Evakuasi Longsor Dapuran Bambu di Linggoasri

“Rata-rata belum bisa mengaplikasikan terkait unggah data dan sebagainya, tetapi semuanya sudah kita bantu,” katanya.

Luthfi mengapresiasi dedikasi para petugas SPMB yang tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, termasuk pada hari libur. Menurutnya, komitmen tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap calon peserta didik memperoleh layanan yang adil dan setara.

Saat meninjau pelayanan di SMAN 3 Semarang, ia mendapati para guru tetap siaga membantu masyarakat yang membutuhkan informasi maupun pendampingan terkait proses pendaftaran.

“Contohnya ibu ini, kita berusaha membantu agar bisa terakomodasi. Ini salah satu bentuk pelayanan agar anak-anak kita bisa menentukan pilihan pendidikan terbaik. Mereka adalah aset daerah dan masa depan Jawa Tengah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi kembali menegaskan komitmennya terhadap pelaksanaan SPMB yang berintegritas melalui slogan “No Titip-Titip, No Jastip”. Ia menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai regulasi yang berlaku.

Menurutnya, seluruh jalur penerimaan telah memiliki kuota yang jelas sejak awal. Untuk SMA Negeri, kuota penerimaan terdiri atas jalur domisili 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen. Sementara untuk SMK Negeri, kuota penerimaan meliputi jalur prestasi 75 persen, afirmasi 15 persen, dan domisili 5 persen.

“Percayalah, kita bisa merekrut peserta didik secara profesional, sesuai ketentuan, dan tidak melanggar hukum. Berikan penjelasan kepada seluruh orang tua dan wali murid secara jelas agar tidak ada komplain. SPMB 2026 harus lebih baik dari tahun sebelumnya,” tegasnya saat menyapa petugas SPMB di Kantor Cabang Dinas Pendidikan secara daring.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait