OTT Bupati Pekalongan, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Komitmen Bersihkan Birokrasi

Selasa, 3 Maret 2026 | 16.14
i Gubernur Ahmad Luthfi
i Gubernur Ahmad Luthfi

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi tegaskan komitmen birokrasi bersih usai OTT KPK yang menjerat Bupati Pekalongan terkait dugaan suap proyek pengadaan.

SEMARANG, puskapik.com – Operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, mengejutkan banyak pihak, terutama masyarakat Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi pun mengaku terkejut atas peristiwa tersebut.

Apalagi, OTT itu terjadi tak lama setelah mantan Bupati Pati, Sudewo, lebih dulu terjerat kasus serupa.

Gubernur menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas di seluruh kabupaten/kota. Ahmad Luthfi menghormati sepenuhnya proses hukum yang dilakukan KPK atas dugaan suap proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

“Kita menghormati penyidikan yang dilakukan KPK. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat publik untuk menjalankan prinsip good governance,” ujar Ahmad Luthfi usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga: KPK Segel Kantor Bupati Pekalongan, Puluhan Pejabat Diperiksa

Ia menegaskan, sejak awal telah mengingatkan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah agar menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan.

“Kita harus menciptakan birokrasi yang bersih dengan jalan tidak melanggar hukum. Tapi kembali kepada personelnya masing-masing,” tegasnya.

Sebelumnya, KPK mengamankan Fadia Arafiq bersama orang kepercayaan dan ajudannya dalam operasi tangkap tangan di Semarang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, penindakan tersebut berkaitan dengan dugaan suap proyek pengadaan di lingkungan Pemkab Pekalongan.

“Para pihak yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum,” ujarnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait