Pantura Brangsong Kendal Diperbaiki, Ribuan Kendaraan Terancam Terjebak Antrean 30 Hari

Selasa, 2 Juni 2026 | 21.34
Perbaikan jalan pantura Brangsong berdampak pada antrean kendaraan dari arah barat. (edhot)
Perbaikan jalan pantura Brangsong berdampak pada antrean kendaraan dari arah barat. (edhot)

Perbaikan Jalan Pantura Brangsong Kendal sepanjang 1,2 kilometer diperkirakan memicu antrean kendaraan selama 30 hari. Pengendara diimbau memanfaatkan jalur tol

KENDAL, puskapik.com – Jalur Pantura Brangsong, Kabupaten Kendal, kembali memasuki masa-masa padat dan rawan kemacetan.

Setelah sebelumnya dilakukan pengecoran di jalur arah Jakarta, kini pekerjaan serupa berlanjut di jalur arah Semarang. Kondisi tersebut diperkirakan akan memicu antrean kendaraan setiap hari selama 30 hari ke depan.

Pengecoran dilakukan di ruas sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar 7,5 meter. Proyek dimulai dari kawasan dekat SPBU Cangkring Brangsong dan akan berlanjut hingga sekitar Jembatan Kali Blorong.

Baca Juga: 7.000 Benih Ikan Dilepas di Sungai Kalibogor, DKP Kendal Perkuat Cadangan Protein Alami Warga

Ruas Pantura Brangsong selama ini dikenal sebagai salah satu titik tersibuk di Kabupaten Kendal.

Selain menjadi jalur utama penghubung Semarang-Jakarta, kawasan tersebut juga menjadi akses keluar masuk kendaraan industri dari Kawasan Industri Kendal (KIK) dan sejumlah kawasan usaha lainnya.

Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, M. Sofyan Effendi, menjelaskan perbaikan dilakukan karena kondisi jalan sudah mengalami kerusakan berupa gelombang pada sejumlah titik yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga: Tiga Kapolsek Berganti, Kapolresta Banyumas Soroti Tantangan Informasi Digital

Menurutnya, pengecoran menjadi solusi jangka panjang agar kondisi jalan lebih kuat menghadapi beban kendaraan berat yang setiap hari melintas di jalur Pantura.

“Pengerjaan dimulai dari dekat SPBU Cangkring ke arah timur terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan di sekitar Jembatan Kali Blorong,” kata Sofyan.

Selama pekerjaan berlangsung, sebagian badan jalan akan digunakan untuk aktivitas proyek sehingga kapasitas jalur berkurang. Dampaknya, kendaraan dari arah Kendal menuju Semarang berpotensi mengalami perlambatan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.

Dishub Kendal pun mengimbau perusahaan angkutan dan pengemudi kendaraan berat agar mengalihkan perjalanan melalui Jalan Tol Semarang-Batang. Langkah tersebut dinilai menjadi cara paling efektif untuk mengurangi beban lalu lintas di jalur nasional tersebut.

“Kami sudah mengimbau kendaraan besar untuk menggunakan jalan tol agar kepadatan lalu lintas di Pantura bisa ditekan,” ujarnya.

Meski tersedia jalur alternatif melalui Srogo-Kaliwungu, Sofyan mengakui kapasitas jalan tersebut terbatas. Bahkan pada hari-hari normal, ruas itu sudah kerap dipadati kendaraan pekerja dan warga yang beraktivitas menuju Semarang.

Di sisi lain, Satlantas Polres Kendal telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah kemacetan total.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait