7.000 Benih Ikan Dilepas di Sungai Kalibogor, DKP Kendal Perkuat Cadangan Protein Alami Warga

Selasa, 2 Juni 2026 | 21.29
Dinas kelautan dan perikanan Kendal menebar benih ikan di wilayah Sukorejo Selasa 2 juni 2026. (edhot)
Dinas kelautan dan perikanan Kendal menebar benih ikan di wilayah Sukorejo Selasa 2 juni 2026. (edhot)

DKP Kendal menebar 7.000 benih ikan di Sungai Kaliwetan, Kalibogor. Program restocking ini untuk menjaga ekosistem dan memperkuat cadangan protein warga.

KENDAL, puskapik.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal kembali melakukan langkah nyata menjaga ketersediaan sumber pangan berbasis perikanan melalui kegiatan restocking atau penebaran benih ikan di perairan umum.

Sebanyak 7.000 benih ikan ditebar di Sungai Kaliwetan, Desa Kalibogor, Kecamatan Sukorejo, Selasa (2/6/2026).

Benih ikan yang ditebar terdiri atas ikan nilam, tawes, dan karper.

Baca Juga: Tiga Kapolsek Berganti, Kapolresta Banyumas Soroti Tantangan Informasi Digital

Penebaran dilakukan di dua lokasi, yakni Kedung Jonggol dan Kedung Suryani yang selama ini menjadi bagian dari aliran sungai yang dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Kepala DKP Kendal Hudi Sambodo mengatakan, kegiatan restocking merupakan upaya pemerintah untuk mengembalikan populasi ikan di perairan umum yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami tekanan akibat berkurangnya habitat dan aktivitas penangkapan yang tidak ramah lingkungan.

Menurutnya, keberadaan ikan di sungai tidak hanya berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga menjadi sumber protein hewani yang mudah diakses masyarakat.

Baca Juga: Bupati Pemalang Ingatkan Netralitas Panitia Pilkades : Tidak Netral Berarti Banci

“Harapan kami ikan-ikan yang ditebar ini dapat tumbuh dan berkembang secara alami sehingga nantinya bisa menjadi stok protein hewani bagi masyarakat. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan sekaligus pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Hudi menjelaskan, penebaran benih ikan juga menjadi salah satu cara untuk menambah populasi ikan di alam sehingga mampu mengimbangi tingkat pemanfaatan yang dilakukan masyarakat. Dengan populasi yang terjaga, keberlanjutan sumber daya perikanan di sungai dapat dipertahankan.

Ia menyoroti masih adanya praktik penangkapan ikan menggunakan setrum dan racun yang berdampak buruk terhadap kelestarian sumber daya ikan.

Cara-cara tersebut tidak hanya membunuh ikan dewasa, tetapi juga mematikan benih dan merusak rantai kehidupan di dalam sungai.

“Kalau penangkapan dilakukan dengan setrum atau racun, yang mati bukan hanya ikan besar tetapi juga ikan kecil dan organisme lain yang ada di sungai. Akibatnya populasi ikan sulit berkembang dan ekosistem menjadi rusak,” katanya.

DKP Kendal, lanjut Hudi, terus mengampanyekan penangkapan ikan secara ramah lingkungan agar manfaat perairan umum dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Restocking menjadi salah satu program yang rutin dilakukan sebagai bagian dari upaya konservasi sumber daya perikanan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait