Pemadaman TPA Putri Cempo Dikebut, Operasi Modifikasi Cuaca Mulai 9-10 September

Senin, 7 September 2026 | 18.20
puskapik

Kebakaran TPA Putri Cempo memasuki hari kelima. Pemprov Jateng mempercepat pemadaman darat dan water bombing serta menyiapkan OMC 9–10 September.

SEMARANG, puskapik.com - Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Surakarta, memasuki hari kelima dan belum sepenuhnya padam. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini mempercepat penanganan dengan mengerahkan pemadaman dari darat, water bombing, hingga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang ditargetkan mulai 9-10 September 2026.

Langkah tersebut ditempuh karena luasan kebakaran kali ini disebut lebih besar dibandingkan kebakaran serupa pada 2023. Pemprov Jawa Tengah berharap penggunaan seluruh metode yang tersedia dapat memangkas waktu penanganan, sekaligus mengurangi risiko asap dan dampaknya terhadap masyarakat di sekitar lokasi.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, seluruh upaya dilakukan untuk menjangkau titik-titik api, termasuk area yang sulit diakses melalui jalur darat.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Buka 24 Jam Sambut Kafilah MTQ

“Segala cara digunakan, baik itu dari jalur darat maupun jalur udara. Di hari pertama kita menggunakan jalur darat, dan selanjutnya kita dibantu Polda Jateng dengan menggunakan water bombing,” kata Bergas seusai rilis media di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin, 7 September 2026.

Setelah pemadaman darat dan water bombing diintensifkan, langkah berikutnya adalah OMC yang disiapkan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Operasi tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada 9-10 September, dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan awan yang dapat mendukung penyemaian hujan.

“Kalau kita lihat sudah ada awan-awan yang mungkin bisa membantu berkaitan dengan operasi modifikasi cuaca, selain water bombing tadi,” ujarnya.

Menurut Bergas, OMC menjadi salah satu upaya tambahan untuk mempercepat pemadaman, terutama karena kondisi kebakaran saat ini cukup luas. Pemadaman dari darat dan udara tetap dilakukan sembari menunggu kondisi atmosfer memungkinkan untuk pelaksanaan operasi tersebut.

Baca Juga: 5 Cara Membantu Redakan Nyeri Haid

Bergas mengungkapkan, pengalaman kebakaran TPA Putri Cempo pada 2023 menjadi salah satu pembanding dalam penanganan kali ini. Saat itu, proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar 24 hari hingga api dapat ditangani.

Kini, kebakaran telah memasuki hari kelima. Dengan dukungan personel, peralatan, water bombing, serta rencana OMC, Pemprov Jawa Tengah menargetkan penanganan kali ini berlangsung lebih cepat.

“Kalau kita mengacu di tahun 2023 pada saat Putri Cempo terbakar juga, waktu penanganannya 24 hari. Ini masuk hari kelima. Harapannya bisa lebih cepat,” kata Bergas.

Ia menegaskan, luasnya area terdampak membuat proses pemadaman membutuhkan upaya ekstra. Karena itu, seluruh teknologi dan sumber daya yang tersedia akan terus dioptimalkan hingga titik-titik api dapat dikendalikan.

Pemadaman tidak hanya menjadi persoalan teknis, tetapi juga menyangkut perlindungan masyarakat yang berada di sekitar kawasan TPA. Asap dari kebakaran berpotensi mengganggu aktivitas dan kesehatan warga sehingga langkah mitigasi dilakukan bersamaan dengan upaya memadamkan api.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebelumnya meninjau langsung penanganan kebakaran TPA Putri Cempo pada Sabtu, 5 September 2026. Dalam peninjauan tersebut, ia meminta seluruh unsur bergerak secara terpadu agar kebakaran segera dituntaskan.

Halaman 1 dari 2