Perbarui MoU, Jateng Perkuat Posisi Candi Borobudur dan Prambanan sebagai Pusat Religi Dunia ​

Selasa, 28 April 2026 | 10.54

Pemprov Jateng dan Kemenko matangkan MoU Borobudur-Cs untuk perkuat wisata religi dunia dan pariwisata berkelanjutan serta kemudahan ibadah umat.

SEMARANG, puskapik.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mulai mematangkan pembaruan Nota Kesepakatan (MoU) pemanfaatan Candi Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Pawon.

Langkah ini bertujuan memperkuat posisi keempat candi tersebut sebagai pusat ibadah umat Hindu dan Buddha dunia sekaligus motor pariwisata berkelanjutan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menyatakan, pembaruan MoU ini sangat mendesak mengingat masa berlaku kesepakatan periode 2021-2026 akan segera berakhir.

Baca Juga: Jelang Mayday 2026, Ahmad Luthfi Ajak Rayakan Konstruktif demi Jaga Iklim Investasi

Menurutnya, kesepakatan baru harus lebih implementatif dan memberikan kemudahan bagi umat beragama untuk beribadah.

"Kami mendorong agar MoU ini diperpanjang. Kami juga membahas apa-apa saja yang bisa memajukan pariwisata di empat candi ini," ujar Taj Yasin saat menerima Tim Koordinasi Kemenko Perekonomian di Kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan Kota Semarang, Selasa, 28 April 2026.

​Dalam pertemuan tersebut, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini memberikan catatan strategis agar pengembangan tidak hanya terfokus pada Zona Utama.

Baca Juga: Dampak Kecelakaan KA di Bekasi Timur, Sejumlah Perjalanan dari Daop 5 Purwokerto Dibatalkan

Ia meminta candi-candi lain di Jawa Tengah, seperti di kawasan Tawangmangu (Karanganyar) dan Wonosobo, diintegrasikan ke dalam satu paket promosi wisata negara.

​"Saya minta candi-candi di Karanganyar dan Wonosobo dimasukkan menjadi satu kesatuan daya tarik. Ini akan memperkuat narasi promosi Jawa Tengah di kancah internasional," tegasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait