Percepat Produktivitas Pangan, Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi Strategis

Jumat, 30 Januari 2026 | 08.54
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang, Kamis malam, 29 Januari 2026.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang, Kamis malam, 29 Januari 2026.

Pemprov Jateng memperkuat kolaborasi strategis lintas sektor guna mempercepat produktivitas pangan dan meneguhkan peran sebagai penumpu pangan nasional 2026.

SEMARANG, puskapik.com — Pemerintah Provinsi menjalin kolaborasi strategis dengan beragam pemangku kepentingan guna mempercepat peningkatan produktivitas pangan di wilayahnya. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat peran provinsi sebagai penopang pangan nasional pada 2026.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Kamis malam, 29 Januari 2026.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir, Forkopimda Provinsi Jawa Tengah dan perwakilan LDK dari berbagai daerah di luar Jawa Tengah.

Baca Juga: Wamensos Tinjau Korban Banjir Bandang Pemalang, Jamin Rehabilitasi Rumah

Luthfi membeberkan, upaya kolaboratif yang dilakukan itu di antaranya dengan menjalin komitmen bersama bupati dan wali kota se-Jawa Tengah belum lama ini. Hal itu guna mencapai target sekitar 10,5 juta ton GKG (gabah kering giling) pada tahun ini. Termasuk peningkatan produktivitas tanaman pangan lain seperti jagung.

Selain itu, pihaknya juga membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat, organisasi masyarakat, swasta, dan lainnya. Hal ini tak lain dan tak bukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita gandeng semua untuk kerja-kerja kolaboratif, baik itu tokoh maupun organisasi kemasyarakatan, termasuk di dalamnya organisasi Muhammadiyah," ucap Luthfi.

Baca Juga: Perpustakaan Jawa Tengah Raih DAK Nonfisik Rp17,6 Miliar

Oleh karenanya, Luthfi juga meminta kepada Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah untuk ikut terlibat dalam pembangunan di Jawa Tengah dan di wilayah masing-masing. Menurutnya, lembaga dakwah komunitas tidak hanya memiliki visi misi dakwah keagamaan tetapi juga misi pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa ia telah menyampaikan laporan tentang apa saja yang sudah dilakukan dan dicapai oleh Jawa Tengah kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam setiap laporan itu, Jawa Tengah mendapatkan pujian dari Presiden terutama untuk program-program unggulan.

Ia kemudian memaparkan bahwa swasembada pangan merupakan salah satu program Presiden untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Pada 2025, produktivitas beras nasional surplus sebesar 4 juta ton, bahkan sudah tidak lagi impor beras.

"Jadi kalau dikerjakan betul itu bisa, Indonesia 2025 nggak impor (beras). Tahun 2026 insyaallah nggak impor lagi. Begitu juga dengan jagung. Nilai tukar petani kita juga naik," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menambahkan, hal yang disampaikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi tentang menyelipkan misi pembangunan dalam dakwah sejalan dengan dasar gerakan PP Muhammadiyah.

Dibeberkan dia, pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan telah meletakkan dasar dan gerakan Muhammadiyah untuk kemaslahatan seluruh manusia. Mulai dari gagasan pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, kemudian mendirikan poliklinik kesehatan dan rumah sakit, rumah yatim piatu, kemudian berkembang pada gerakan-gerakan sosial lain dan penanggulangan bencana. **

Artikel Terkait