Produksi Padi Jateng 4,6 Juta Ton, Gubernur Luthfi Waspadai Kemarau Panjang

Senin, 4 Mei 2026 | 17.19
puskapik

Produksi padi Jateng capai 4,6 juta ton hingga April 2026. Gubernur Ahmad Luthfi waspadai ancaman kemarau panjang yang berpotensi ganggu panen.

SEMARANG, puskapik.com - Produksi padi di Jawa Tengah hingga April 2026 telah mencapai 4,6 juta ton atau 44,48 persen dari target tahunan.

Di tengah capaian itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mewanti-wanti potensi ancaman musim kemarau panjang yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.

Produktivitas padi Jawa Tengah periode Januari-April 2026 tercatat sebesar 4.696.422 ton.

Baca Juga: Siaga Kemarau Panjang, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih

Angka tersebut setara 44,48 persen dari target produksi tahun ini yang ditetapkan sebesar 10,5 juta ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyebut capaian tersebut telah sesuai dengan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Realisasi hingga April sudah 44,48 persen, dengan total produksi mencapai 4.696.422 ton. Angka ini sudah sama dengan data BPS,” ujarnya dalam rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan I 2026, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: PKTJ Tegal Gelar Teaching Factory, Taruna Belajar Uji Kendaraan

Dijelaskan, produksi tersebut berasal dari panen musim tanam yang dimulai sejak September 2025. Ia memperkirakan puncak panen akan terjadi pada Mei 2026, dan optimistis target produksi tahunan dapat tercapai bahkan lebih cepat, yakni pada September 2026.

Untuk menjaga tren positif tersebut, pihaknya kini fokus pada percepatan tanam lanjutan, termasuk distribusi benih kepada petani.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait