Semangat Kartini, Niken Larasati Ajak Perempuan Kendal Terus Berkarya dan Mandiri

Momentum Hari Kartini, Niken Larasati ajak perempuan Kendal terus berkarya, mandiri, dan berdaya, serta berani melawan kekerasan.
KENDAL,puskapik.com — Peringatan Hari Kartini menjadi momentum bagi kaum perempuan untuk terus memperkuat peran dan kontribusinya di berbagai bidang. Hal itu disampaikan Niken Larasati yang dikenal aktif dalam organisasi kemasyarakatan dan politik di Kabupaten Kendal.
Niken Larasati tercatat aktif di Muslimat NU sejak 2012 dan saat ini menjabat sebagai ketua sejak 2021.
Selain itu, ia juga mengemban peran sebagai Ketua TP PKK Kendal serta Ketua Tim Posyandu Kendal.
Baca Juga: Ringankan Beban, PMI Kabupaten Tegal Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Cerih
Di bidang politik, ia telah bergabung dengan PKB sejak 2012 dan kini menjabat sebagai anggota DPRD Kendal selama tiga periode.
Menurutnya, semangat Kartini harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi perempuan di Kendal agar tidak berhenti berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Perempuan harus sehat, tetap semangat berkarya, karena semua butuh perjuangan untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.
Baca Juga: Pedagang Pasar Kejambon Tegal Sumringah, NIB Jadi Hanya 7 Menit Lewat Gerebek Pasar
Ia juga mengajak kaum perempuan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri agar menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya saing. Semangat menebarkan kebaikan, menurutnya, menjadi kunci dalam membangun peran perempuan yang kuat di tengah masyarakat.
“Perempuan di Kendal harus terus semangat berkarya, menebar kebaikan dan kemanfaatan. Jangan lemah dan jangan menyerah,” tegasnya.
Menanggapi isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, Niken menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ia mendorong adanya keberanian bagi korban untuk berbicara dan mencari bantuan.
Melalui Muslimat NU, kata dia, telah tersedia layanan pendampingan berupa paralegal yang dapat menjadi mediator bagi perempuan yang ingin berdiskusi maupun menyampaikan permasalahan yang dihadapi.
“Tidak dibenarkan adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Di Muslimat NU ada paralegal yang siap menjadi mediator bagi perempuan yang ingin bercerita dan mencari solusi,” jelasnya.
Dengan semangat Kartini, Niken berharap perempuan di Kabupaten Kendal semakin berdaya, mandiri, dan mampu menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.
Artikel Terkait

Jateng Perkuat Perlindungan Santri, Wagub: Perlu Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan di Seluruh Pesantren

Ratusan Manuskrip Ulama Kaliwungu Kendal Mulai Didata dan Didigitalisasi

Dampak Relokasi PKL Alun-alun, Pedagang PFC Purbalingga Terancam Gulung Tikar
