Taj Yasin Apresiasi Peran Media Dongkrak Indeks Demokrasi di Jateng

Kamis, 21 Mei 2026 | 19.19
puskapik

Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi peran media dalam meningkatkan Indeks Demokrasi Indonesia di Jateng yang mencapai 86,72 dan peringkat ketiga nasional.

SEMARANG, puskapik.com — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menilai, media massa memberikan turut berkontribusi terhadap meningkatnya Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025.

Sebagai informasi, nilai IDI di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian itu menempatkan posisisi Jawa Tengah berada peringkat ketiga secara nasional.

Karenanya, Taj Yasin memberikan apresiasi khusus kepada para media di wilayahnya, sehingga IDI di Jateng mengalami peningkatan.

Baca Juga: TMMD Kodim 0713/Brebes Bangun Jalan Desa Sridadi Jadi Mulus, Petani Terbantu

“Penghargaan itu sebenarnya bukan untuk Pemprov saja, tetapi untuk kita semua, khususnya para media,” kata Taj Yasin saat memberikan keynote speech dalam acara Jateng Media Summit 2026 di Khas Hotel Semarang, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia menyebut media memiliki peran besar dalam menjaga keterbukaan informasi dan memperkuat partisipasi publik. Hal ini menjadi bagian penting dalam penilaian indeks demokrasi.

“Indeks demokrasi itu lahir dari keterlibatan masyarakat maupun keterlibatan media. Maka capaian ini perlu kita genjot bersama-sama,” ujarnya.

Baca Juga: Polres Kendal Tangkap Dua Begal Motor Pelajar SMP, Residivis Berpura-pura Jadi Polisi

Dalam forum yang diikuti 100 media lokal dan 30 homeless media tersebut, Taj Yasin secara khusus menyoroti perubahan besar ekosistem media di era digital.

Menurut dia, media massa kini tidak hanya bersaing sesama perusahaan pers, tetapi juga menghadapi derasnya arus media sosial dan “homeless media” yang tumbuh cepat di ruang digital.

“Media mainstream (arus utama) sekarang tantangannya adalah media sosial dan homeless media. Dan ternyata homeless media ini minatnya luar biasa,” katanya.

Walakin, ia menilai media arus utama tetap memiliki keunggulan di antaranya verifikasi data, kode etik jurnalistik, dan tanggung jawab terhadap informasi yang dipublikasikan.

Di sisi lain, Taj Yasin mengakui homeless media memiliki kekuatan dalam menjangkau audiens yang disasar. Apalagi panyajian kontennya lebih cepat dan visualnya yang lebih sesuai dengan pola konsumsi informasi generasi saat ini.

Karena itu, ia tidak ingin media mainstream dan homeless media saling berhadapan. Sebaliknya, ia mendorong keduanya berkolaborasi untuk membangun ruang informasi yang sehat sekaligus mendukung demokrasi.

“Ada pertemuan antara media mainstream dengan homeless media ini harapannya ada titik temu. Karena tujuan kita sama, mencerdaskan masyarakat dan mengawal negara ini,” katanya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait