Tanamkan Karakter dan Cinta Ibadah Sejak Dini, Lewat Pawai Tarhib Ramadhan 1447 H

Ratusan pelajar Muhammadiyah Sukorejo gelar pawai tarhib Ramadhan di jalan raya, semarakkan syiar Islam dan tanamkan karakter sejak dini.
KENDAL, puskapik.com – Suasana berbeda tampak di jalan raya Sukorejo, belum lama ini. Ratusan pelajar dari TK ABA 2, SD Muhammadiyah, dan SMP Muhammadiyah 4 Sukorejo memadati ruas jalan sambil membawa poster dan spanduk berwarna-warni. Namun mereka bukan sedang berunjuk rasa.
Dengan wajah ceria dan penuh semangat, para siswa menggelar pawai tarhib Ramadhan untuk menyambut datangnya bulan suci. Poster bertuliskan pesan-pesan kebaikan seperti “Marhaban ya Ramadhan”, “Puasa itu Sehat”, hingga “Ayo Tingkatkan Ibadah” diangkat tinggi-tinggi sepanjang perjalanan.
Dentuman drum band Gema Sang Surya dari SD Muhammadiyah Sukorejo menambah semarak suasana. Irama yang menghentak membangkitkan semangat peserta pawai sekaligus menarik perhatian masyarakat yang melintas. Sepanjang rute, para siswa berjalan tertib sembari melantunkan yel-yel Islami dan seruan ajakan menyambut Ramadhan dengan hati bersih dan penuh keikhlasan.
Baca Juga: Jadi Anggota Kehormatan Permadani, Bupati akan Perkuat Sinergi Pelestarian Budaya Jawa di Kendal
Kepala SMP Muhammadiyah 4 Sukorejo, Diyah Rohmiyatun, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar arak-arakan tahunan. Lebih dari itu, pawai menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi para siswa.
“Ini bukan hanya karnaval. Kami ingin anak-anak memahami bahwa menyambut Ramadhan adalah momen yang membahagiakan. Dirayakan dengan kegiatan positif yang memperkuat persaudaraan dan menanamkan kecintaan pada syiar Islam sejak dini,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala SD Muhammadiyah Sukorejo, Butu Kemisih, menyebut kegiatan ini memiliki makna khusus bagi siswa usia dasar. Menurutnya, pengalaman seperti ini akan membekas dalam ingatan mereka.
Baca Juga: Jalan Clirit Tegal Amblas 50 Cm, Jalan Menuju Wisata Guci Terhambat
“Bagi siswa TK dan SD, ini pengalaman berharga. Mereka belajar tentang kebersamaan, disiplin, dan mengenal Ramadhan sebagai bulan yang membawa kegembiraan, bukan sesuatu yang menakutkan. Kami ingin membangun asosiasi positif terhadap ibadah puasa sejak usia dini,” jelasnya.
Pihak sekolah berharap melalui kegiatan tarhib ini, tertanam pola pikir bahwa Ramadhan adalah momen yang dinanti, bukan beban. Dengan persiapan fisik dan psikis yang baik, siswa diharapkan mampu menjalankan ibadah puasa secara optimal tanpa meninggalkan kewajiban belajar di sekolah.
Artikel Terkait

Disambut Hangat Sejak Tiba hingga ke Desa, Delegasi Shiga Jepang Apresiasi Keramahan Warga Jawa Tengah

Rawa Pening Jadi Agenda Strategis Kerja Sama Jateng–Shiga Jepang, Disiapkan Studi dan Proyek Percontohan Green Economy

Backlog Rumah di Jateng Menurun, Ahmad Luthfi Rangkul Asosiasi Pengembang Percepat Penyediaan Hunian Rakyat
