Tugu Tani Reborn Jadi Simbol Kebangkitan Petani Sendangdawung Kendal

Tugu Tani Reborn di Sendangdawung diresmikan Bupati Kendal, jadi simbol kebangkitan petani dan identitas desa yang agraris.
KENDAL, puskapik.com – Monumen Tugu Tani yang menjadi ikon Desa Sendangdawung, Kecamatan Kangkung, kini tampil lebih megah dan menarik.
Revitalisasi tugu tersebut menjadi kebanggaan baru bagi warga, sekaligus mempertegas identitas desa yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani.
Tugu yang selama ini menjadi simbol kehidupan agraris warga, kini hadir dengan wajah baru setelah mendapatkan sentuhan seniman patung asal Wonosobo.
Baca Juga: Penerapan Batas 30 Persen Belanja Pegawai, DPRD Kabupaten Tegal Teriak Jangan Korbankan PPPK
Seniman tersebut dikenal luas lewat karya fenomenalnya berupa patung biawak yang sempat viral.
Kepala Desa Sendangdawung, Marbono, mengatakan pembangunan ulang Tugu Tani ini bertujuan memberikan semangat baru bagi para petani di desanya.
“Kita bangun kembali patung Tugu Tani agar lebih menarik dan megah. Harapannya bisa menjadi penyemangat bagi warga, khususnya petani,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Ia menambahkan, pembangunan Tugu Tani Reborn menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah.
Baca Juga: 1.246 Industri di Kota Tegal Didorong Daftar SIINas, Ini Keuntungannya
Selain memperindah desa, tugu ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan petani milenial di Sendangdawung.
Peresmian Tugu Tani Reborn dilakukan oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tugu tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol penghormatan kepada para petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan.
“Tugu ini adalah bentuk penghargaan setinggi-tingginya kepada petani, sekaligus cerminan identitas desa yang kuat di sektor pertanian,” ungkapnya.
Menurutnya, filosofi Tugu Tani mencerminkan semangat kokoh, kerja keras, dan gotong royong yang selama ini menjadi nilai utama masyarakat desa.
Artikel Terkait

Sungai Plumbon Semarang Jebol, Pemprov Jateng Siapkan Penanganan Darurat Hingga Jangka Panjang

Hewan Kurban di Jateng Melimpah, Pengawasan Diperketat

Sedimentasi Waduk Mrica Banjarnegara Mengkhawatirkan, Gubernur Luthfi Turun Tangan
