Puluhan Tahun Mati Suri, DPRD Kendal Ingin Stasiun Kaliwungu Kembali Layani Penumpang

Senin, 8 Juni 2026 | 16.05
Kunjungan Ketua DPRD Kendal ke Stasiun Kaliwungu. (edhot)
Kunjungan Ketua DPRD Kendal ke Stasiun Kaliwungu. (edhot)

DPRD Kendal mendukung reaktivasi Stasiun Kaliwungu untuk layanan penumpang. Kehadirannya diharapkan memperkuat transportasi dan menggerakkan ekonomi warga.

KENDAL, puskapik.com – Harapan masyarakat agar Stasiun Kaliwungu kembali melayani angkutan penumpang mulai mendapat dukungan serius dari DPRD Kendal. Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq bersama pimpinan Komisi C turun langsung meninjau kondisi stasiun yang selama puluhan tahun tidak lagi menjadi tempat naik turun penumpang kereta api.

Dalam kunjungan tersebut, Mahfud didampingi Ketua Komisi C Sisca Meritania dan Wakil Ketua Komisi C Nurul Mujib. Mereka melihat kondisi bangunan stasiun yang saat ini tampak lebih representatif setelah menjalani renovasi dan pengecatan oleh PT KAI.

Menurut Mahfud, keberadaan Stasiun Kaliwungu memiliki arti penting bagi masyarakat Kendal, khususnya wilayah Kaliwungu yang terus berkembang sebagai pusat industri sekaligus kawasan pendidikan keagamaan.

Baca Juga: Polres Kendal Bergerak Cepat Lacak Penderita TB Paru, Bantu Putus Mata Rantai Penularan

Ia menilai momentum renovasi yang dilakukan PT KAI harus dimanfaatkan untuk mendorong reaktivasi layanan penumpang yang selama ini dinantikan warga.

"Kami melihat ada peluang yang sangat baik. Informasinya PT KAI Daop IV Semarang juga sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Kendal terkait rencana ini. Tentu DPRD akan ikut mengawal agar peluang tersebut bisa diwujudkan," ujarnya.

Mahfud mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi massal semakin meningkat. Kehadiran kembali layanan kereta api penumpang di Kaliwungu diyakini dapat menjadi alternatif transportasi yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau.

Baca Juga: Eddy Christiant Dukung Pembentukan Forum Masyarakat Industri Batang

Selain melayani pekerja di kawasan industri, keberadaan stasiun juga dinilai akan memberikan kemudahan bagi para santri yang menempuh pendidikan di berbagai pondok pesantren di Kaliwungu.

"Kaliwungu dikenal sebagai kota santri. Banyak santri berasal dari luar daerah. Jika stasiun kembali beroperasi, tentu akses mereka akan jauh lebih mudah," katanya.

Tak hanya berdampak pada sektor transportasi, Mahfud meyakini hidupnya kembali Stasiun Kaliwungu akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Aktivitas penumpang yang meningkat diperkirakan akan mendorong pertumbuhan usaha kecil, perdagangan, jasa transportasi, hingga sektor kuliner di sekitar kawasan stasiun.

Karena itu, DPRD Kendal menyatakan siap memberikan dukungan penuh terhadap proses reaktivasi, termasuk apabila diperlukan penyiapan sarana dan prasarana pendukung yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

"Kami siap mendukung. Jika ada kebutuhan infrastruktur pendukung yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, tentu akan kami dorong agar dapat dipenuhi," tegasnya.

Sementara itu, pihak PT KAI menyatakan hingga saat ini fokus utama masih pada penyelesaian renovasi fasilitas stasiun. Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Kaliwungu, M Nur Rido, mengatakan pembenahan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan calon pengguna jasa apabila nantinya layanan penumpang kembali dibuka.

Meski belum dapat memastikan jadwal operasional, pihaknya mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan DPRD Kendal terhadap pengembangan transportasi kereta api di wilayah tersebut.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait