Usulan Disabilitas dan Pemuda Menguat di Musrenbang RKPD Kendal 2027

Disabilitas dan pemuda Kendal usulkan akses ramah difabel dan youth center di Musrenbang RKPD 2027 demi pembangunan inklusif dan pengembangan generasi muda.
KENDAL, puskapik.com — Usulan dari kelompok disabilitas dan kalangan pemuda mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso.
Keduanya menyoroti pentingnya pembangunan yang lebih inklusif sekaligus menyediakan ruang pengembangan potensi generasi muda.
Dari kelompok disabilitas, perhatian utama tertuju pada kebutuhan aksesibilitas yang hingga kini dinilai masih minim.
Baca Juga: Situs Watu Jaran Laren, Bukti Jejak Kejayaan Hindu di Nusantara
Perwakilan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kendal menegaskan pentingnya penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas, baik dari sisi infrastruktur maupun pelayanan.
Ketua Pertuni Kendal, Ahmad Sahrozi, menyampaikan bahwa keterbatasan akses membuat penyandang disabilitas belum bisa berpartisipasi secara optimal dalam kehidupan sosial maupun pembangunan daerah.
“Yang kami butuhkan adalah akses yang setara, baik di fasilitas umum maupun layanan publik. Tanpa itu, sulit bagi kami untuk benar-benar terlibat,” ujarnya.
Baca Juga: Bendungan Cipero Jebol, Ribuan Hektare Sawah di Pantura Kabupaten Tegal Terancam Kekeringan Parah
Selain akses fisik, usulan lain yang disampaikan adalah pembentukan forum disabilitas hingga tingkat kecamatan dan desa. Forum ini dinilai penting sebagai wadah penyaluran aspirasi agar kebutuhan penyandang disabilitas di tingkat akar rumput dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan.
Sementara itu, dari kalangan pemuda, fokus usulan mengarah pada penyediaan ruang ekspresi dan pengembangan potensi. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kendal mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas youth center.
Ketua HIPMI Kendal, Rizky Imhan R, menyebut keberadaan youth center akan menjadi solusi bagi anak muda untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif.
“Selama ini belum ada ruang yang benar-benar bisa diakses secara gratis dan terpusat bagi komunitas kreatif. Youth center bisa menjadi wadah untuk itu,” katanya.
Ia menambahkan, fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang berkegiatan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan dan pemberdayaan generasi muda agar lebih produktif dan berdaya saing.
Musrenbang RKPD 2027 yang dibuka oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menjadi momentum penting untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Usulan dari kelompok disabilitas dan pemuda ini diharapkan tidak sekadar menjadi catatan, tetapi dapat diwujudkan dalam program konkret.
Dengan mengakomodasi kebutuhan aksesibilitas serta menyediakan ruang pengembangan bagi generasi muda, pembangunan di Kabupaten Kendal diharapkan dapat berjalan lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan.
Artikel Terkait

Polisi Sapu Bersih Balap Liar di Purwokerto, 64 Pelanggar Langsung Ditindak

Wagub Taj Yasin Menyambut Baik Kolaborasi Masyarakat Ekonomi Syariah Jateng dengan KDKMP Tambakrejo

Gubernur Luthfi: Ekonomi Kreatif Harus Bisa Ciptakan Lapangan Kerja
