Bendungan Cipero Jebol, Ribuan Hektare Sawah di Pantura Kabupaten Tegal Terancam Kekeringan Parah

Bendungan Cipero jebol akibat derasnya Sungai Rambut, DPRD Tegal desak perbaikan segera agar ribuan hektare sawah tak alami kekeringan saat kemarau.
SLAWI, puskapik.com - Derasnya Sungai Rambut di Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal membuat Bendungan Cipero jebol pada 15 Maret 2026. Bendungan Cipero mendesak diperbaiki sebelum datangnya musim kemarau yang diprediksi mulai April 2026.
"Jika tidak segera diperbaiki sebelum musim kemarau, maka akan terjadi kekeringan parah pada areal persawahan," kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Muhammad Zaenudin, Kamis 16 April 2026.
Dikatakan, Bendungan Cipero mengaliri sekitar 7.643 hektare sawah di Kecamatan Warureja dan Suradadi. Areal pertanian tersebut hanya mengandalkan Bendungan Cipero saat musim kemarau. Jika tidak segera rampung diperbaiki, maka areal persawahan tersebut tidak mendapatkan suplai air.
Baca Juga: Resah, Warga di Brebes Gerebek Warung Diduga Jual Obat Terlarang
"Saat musim hujan, lahan persawahan masih bisa mendapatkan suplai air. Kalau musim kemarau, hanya mengandalkan air dari Bendungan Cipero," ujar politisi PPP itu.
Dijelaskan, kerusakan bendung berdampak langsung pada pasokan air, terutama menjelang musim tanam pertama (MT 1) dan musim tanam kedua (MT 2). Kondisi ini membuat petani mulai resah.
“Kami mendesak perbaikan segera selesai mengingat bendungan ini sangat vital bagi areal pertanian," pintanya.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Tegal Dorong Sosialisasikan Pendataan Ulang Penerima BPJS Kesehatan PIB
Ketua GP3A Daerah Irigasi Rambut, Masroni, menyebut sekitar 1.000 hektare tanaman padi saat ini berada di fase menjelang panen. Namun, kondisi irigasi yang terganggu membuat hasil panen terancam tak maksimal.
“Kalau air tidak lancar, tanaman bisa puso. Ini yang kami khawatirkan,” katanya.


