Wagub Jateng Ajak ITHLA Hidupkan Kembali Khazanah Arab Pegon dan Jadi Ujung Tombak Diplomasi

Jumat, 3 April 2026 | 15.25
Wakil Gubernur Jateng.
Wakil Gubernur Jateng.

Wagub Jateng dorong ITHLA lestarikan Arab Pegon, jadi alat diplomasi dan identitas budaya Nusantara di kancah internasional.

SEMARANG, puskapik.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong para mahasiswa penggiat bahasa Arab untuk tidak sekadar menguasai lisan, tetapi juga melestarikan khazanah tulisan Arab Pegon.

Menurutnya, Pegon bukan sekadar warisan pesantren. Tetapi instrumen penting dalam sejarah diplomasi nusantara yang kini bisa menjadi identitas delegasi Indonesia di kancah dunia.

Hal tersebut ditegaskan Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, saat menghadiri Pelantikan Serentak dan Rakernas Dewan Pimpinan Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia (ITHLA), di Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Jumat, 3 April 2026.

Baca Juga: Jateng Tertinggi Penyaluran Kredit Perumahan Nasional, Tembus Rp 2,3 Triliun di Awal 2026

Dalam arahannya, Gus Yasin memaparkan, Arab Pegon memiliki nilai historis yang luar biasa sebagai alat komunikasi lintas budaya.

Sebagai informasi, Arab Pegon adalah sistem penulisan menggunakan abjad hijaiyah yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa lokal seperti Jawa atau Melayu, yang berfungsi sebagai simbol perpaduan intelektual Islam dan identitas budaya Nusantara sejak masa kerajaan hingga tradisi pesantren modern.

Baca Juga: Waspada Campak, Ancaman Lama yang Muncul Kembali

Di masa lalu, katanya, Pegon digunakan sebagai bahasa pengantar delegasi antar-kerajaan di wilayah Nusantara, mulai dari Jawa hingga Semenanjung Melayu.

"Pegon ini dulu di era kerajaan menjadi forum (instrumen komunikasi) antar-kerajaan di Nusantara," ujar Gus Yasin.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait