Waspada Campak, Ancaman Lama yang Muncul Kembali

Waspada campak, infeksi menular akibat virus Morbillivirus yang berisiko komplikasi serius. Imunisasi dan perilaku hidup bersih jadi kunci utama pencegahan.
Oleh PDL Puskesmas Debong Lor, dr Sefina Ivesti
TEGAL, puskapik.com - Campak atau measles merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus. Campak sangat mudah menular dan menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara.
Infeksi campak sering terjadi pada anak-anak, namun dapat juga terjadi pada usia dewasa.
Penularan campak terjadi melalui droplet atau percikan air liur saat penderitanya batuk, bersih ataupun berbicara. Selain itu, penyebaran virus juga dapat terjadi melalui kontaminasi benda-benda yang dipakai penderita seperti alat-alat makan.
Gejala klinis yang muncul saat seseorang terinfeksi campak muncul dalam waktu 7-14 hari terpapar virus.
Baca Juga: Waspada Campak di Tegal, Dinkes Perkuat Jejaring Fasyankes Swasta
Gejala umum yang timbul pertama kali dapat berupa demam tinggi, batuk pilek, mata merah dan berair.
Sedangkan gejala khas penyakit campak yakni terdapat bercak putih di rongga mulut yang disebut koplik spot dan diikuti ruam merah yang muncul dari area wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.
Meskipun gejala di atas terlihat ringan, namun infeksi campak juga dapat menimbulkan komplikasi yang cukup serius seperti pneumonia atau radang paru-paru, diare berat, ensefalitis atau radang otak, kehilangan pendengaran atau tuli, bahkan kematian.
Baca Juga: Sterilisasi Ibadah Jumat Agung, Polres Pekalongan Pastikan Keamanan Umat Nasrani
Komplikasi ini dapat terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Kabar baiknya, penyakit campak dapat dicegah dengan pemberian imunisasi campak yang diberikan saat bayi berusia sembilan bulan dan dosis lanjutan saat usia 18 bulan dalam bentuk kombinasi yakni imunisasi MMR atau Mumps, Measles, Rubella, yang sekaligus dapat mencegah penyakit campak, gondongan dan rubella atau campak Jerman.
Pemberian imunisasi bertujuan untuk mencegah campak dan juga meminimalisir risiko terjadinya komplikasi serius.
Imuninasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.
Selain imunisasi, langkah pencegahan lain seperti menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan penderita serta isolasi saat sakit juga penting untuk dilakukan.



