Wagub Taj Yasin Usul Pendidikan Vokasi Dikenalkan Sejak SMP

Kamis, 16 Juli 2026 | 20.08
puskapik

Wagub Jateng Taj Yasin mengusulkan pendidikan vokasi dikenalkan sejak SMP agar siswa lebih dini mengenali bakat, minat, dan arah kompetensi menuju dunia kerja.

SEMARANG, puskapik.com — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengusulkan agar pendidikan vokasi di Indonesia mulai dikenalkan sejak jenjang SMP.

Menurutnya, penguatan vokasi tidak cukup dimulai saat siswa masuk SMK, tetapi perlu dibangun lebih dini agar peserta didik memiliki arah pengembangan kompetensi yang jelas sesuai bakat dan minatnya.

"Kalau kita bicara tentang vokasi, harusnya tidak dimulai dari SMK, akan tetapi di bawahnya, yaitu di jenjang SMP," katanya saat membuka The 8th International Conference on Vocational Education Applied Science and Technology (ICVEAST) 2026 yang diselenggarakan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Universitas Diponegoro di Hotel Gumaya Semarang, Kamis, 16 Juli 2026.

Baca Juga: Pemkab Pekalongan dan BPKP Jateng Gelar Workshop Keuangan Desa

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menilai, pengenalan vokasi sejak dini akan memberi ruang lebih luas bagi peserta didik untuk mengenali potensi diri sekaligus menentukan bidang keahlian yang ingin didalami.

Dengan begitu, saat memasuki SMK mereka tidak sekadar belajar keterampilan dasar, tetapi telah memiliki arah pengembangan kompetensi yang lebih jelas.

Menurutnya, konsep tersebut sebenarnya mulai diterapkan di lingkungan madrasah.

Baca Juga: Perkuat Keamanan, Lapas Pemuda Plantungan Kendal Sisir Blok Hunian dan Titik Rawan

Ia mencontohkan keberadaan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sains di bawah Kementerian Agama yang telah menguatkan pembelajaran sains dan teknologi sejak jenjang pendidikan menengah pertama.

"Di Kementerian Agama sudah ada MTs Sains. Artinya sudah mulai diarahkan ke teknologi. Harusnya ada SMP-SMP yang juga mengarah ke vokasi, sehingga bisa berkesinambungan dengan SMK," kata pria yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi ini.

Selain dimulai lebih dini, Gus Yasin menilai pendidikan vokasi juga harus memiliki jalur yang berkelanjutan hingga perguruan tinggi.

Menurutnya, tiga tahun belajar di SMK sejatinya baru menjadi tahap pengenalan sehingga lulusan perlu didorong melanjutkan pendidikan vokasi ke jenjang diploma maupun sarjana terapan.

"Vokasi itu tidak selesai di jenjang SMK, harus dilanjutkan. Tiga tahun di SMK itu sebenarnya baru tahap pengenalan. Pendalamannya harus ada di universitas melalui pendidikan vokasi," ujarnya.

Ia berharap pemerintah, perguruan tinggi, maupun berbagai lembaga dapat memperluas akses beasiswa bagi lulusan SMK, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, agar mereka memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi.

Dikatakan Gus Yasin, orientasi pendidikan vokasi juga perlu bergeser. Lulusan tidak cukup dipersiapkan hanya untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga didorong menjadi pencipta solusi melalui penguasaan teknologi.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait