Mahasiswa UIN Walisongo Semarang asal Pekalongan Jadi Korban Hanyut Sungai di Kendal Anak Tunggal, Keluarga Syok
Rabu, 5 November 2025 | 17.04

PEKALONGAN, puskapik.com — Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Mohammad Labib Rizqi (22) di kampung Landungsari Kelurahan Noyontakansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. ...
PEKALONGAN, puskapik.com — Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Mohammad Labib Rizqi (22) di kampung Landungsari Kelurahan Noyontakansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Mahasiswa UIN Walisongo Semarang itu menjadi salah satu korban tewas dalam tragedi banjir bandang di Sungai Ringin, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Selasa (4/11/2025) sore.
Labib merupakan anak tunggal dari pasangan Mohamad Khumaidi dan Nurhaniah. Jenazahnya kini disemayamkan di rumah duka dan akan dimakamkan siang ini, Rabu (5/11/2025), di pemakaman setempat.
“Labib anak satu-satunya kami. Selama KKN, dia sering kabar lewat HP. Terakhir, Selasa pagi saya masih kirim uang untuk kebutuhannya,” tutur Nurhaniah dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca.
Sang ayah, Mohamad Khumaidi, mengaku masih shock bahwa buah hati semata wayangnya pergi untuk selamanya.
“Kami masih tidak percaya. Baru kemarin rasanya dia pamit berangkat KKN,” ujarnya pelan.
Di rumah duka, warga dan kerabat terus berdatangan memberikan doa dan dukungan moral. Tangis keluarga pecah setiap kali mengenang kebaikan Labib yang dikenal rajin, santun, dan berbakti kepada orang tua.
Mahasiswa Fakultas Syariah, Jurusan Hukum Keluarga Islam Semester 7 itu diketahui menjalani KKN sejak pertengahan Oktober lalu. Aktivitasnya di desa dikenal positif, banyak membantu kegiatan masyarakat.
Peristiwa nahas itu terjadi saat 15 mahasiswa peserta KKN UIN Walisongo tengah bermain air di Sungai Ringin Desa Getas Kendal.
Tanpa diduga, banjir bandang datang tiba-tiba dari arah hulu dan langsung menghantam rombongan tersebut.
Enam mahasiswa terseret arus deras, sementara sembilan lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Tim gabungan dari BPBD Kendal, Polri, dan relawan segera melakukan pencarian.
Hasilnya, tiga jenazah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia:
1. Riska Amalia, warga Pemalang
2. Syifa Nadilah, warga Pemalang
3. Mohammad Labib Rizqi, warga Pekalongan
Sementara tiga korban lainnya masih belum ditemukan, dan pencarian kembali dilanjutkan pagi ini oleh tim SAR gabungan. **



