Bareng Kirab PSI, DPRD Pertanyakan Netralitas Pemkot Tegal

DPRD Kota Tegal soroti netralitas Pemkot usai agenda Geyol Mempesona digelar bersamaan dengan Kirab Budaya PSI di pusat kota, Minggu (15/2/2026).
TEGAL, puskapik.com - Polemik dua agenda dalam satu waktu di pusat Kota Tegal makin melebar.
Setelah sebelumnya disorot Ketua DPRD, kini anggota dewan juga ikut mempertanyakan sensitivitas politik Pemerintah Kota Tegal.
Kegiatan Geyol Mempesona, Tegal Mendunia, milik Pemkot digelar bersamaan dengan Kirab Budaya Partai Solidaritas Indonesia pada Minggu 15 Februari 2026 di kawasan Pendopo Ki Gede Sebayu, Alun-alun hingga Jalan Pancasila.
Anggota DPRD Kota Tegal, Sisdiono, menilai seharusnya pemerintah daerah mampu membaca situasi politik sebelum menentukan jadwal kegiatan.
Baca Juga: Ribuan Warga Padati Kirab Budaya PSI di Tegal, Jokowi Jalan Kaki Kaesang Naik Gajah
"Pemerintah Kota Tegal harus peka terhadap sensitivitas politik. Kebetulan ada kirab PSI, mestinya kegiatan pemerintahan apalagi melibatkan ASN dibedakan waktunya," ujar Sisdiono, Minggu malam 15 Februari 2026.
Menurut Sisdiono, karena waktu dan tempat kegiatan berhimpitan, wajar bila memunculkan pertanyaan dari kalangan politik lain.
Politisi Partai Gerindra ini bahkan menyinggung netralitas Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono.
"Mempertanyakan soal netralitas wali kota, walaupun dilaksanakan hari Minggu," kata Sisdiono.
Sisdiono juga menyoroti adanya surat edaran dari Sekretaris Daerah yang meminta keterlibatan ASN dan kepala sekolah.


