IPNU Brebes Desak Negara Bertanggung Jawab atas Tewasnya Driver Ojol Akibat Represi Aparat
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 02.39

PUSKAPIK.COM, Brebes - Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Brebes, M Ilham Bagus, menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan represif aparat negara yang menewaskan Affan K...
PUSKAPIK.COM, Brebes - Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Brebes, M Ilham Bagus, menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan represif aparat negara yang menewaskan Affan Kurniawan (21), seorang driver ojek online, dalam insiden tragis di Jakarta.
Affan tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob jenis barakuda saat kericuhan demonstrasi di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.
"Negara harus bertanggung jawab atas segala bentuk tindakan represi yang mengakibatkan hilangnya nyawa warga negara, termasuk Afan, driver ojek online yang menjadi korban,* tegas Ilham dalam pernyataan resminya.
Affan diduga sedang mengantar pesanan ketika kendaraan Brimob melaju ugal-ugalan ke arah massa. Ia tak sempat menghindar dan akhirnya terlindas, meski sempat dilarikan ke RSCM, nyawanya tak tertolong.
Rekaman video amatir yang memperlihatkan detik-detik peristiwa menyebar luas di media sosial, memicu gelombang duka dan kemarahan publik. Ribuan driver ojol menggelar aksi solidaritas didepan Mako Brimob, menuntut pertanggungjawaban aparat.
Ilham menekankan bahwa tindakan represif oleh aparat tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum yang menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia.
Menurutnya, kekerasan yang dilakukan atas nama penegakan hukum justru mencederai rasa keadilan dan memperlemah kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Lebih jauh, Ilham mendesak Kapolri untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan reformasi internal di tubuh kepolisian.
Ia menilai bahwa langkah ini penting untuk memulihkan nama baik institusi Polri dan memastikan bahwa aparat bertindak secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada perlindungan warga.
"Kami mendesak Kapolri untuk melakukan evaluasi besar-besaran dan reformasi internal demi menciptakan lembaga kepolisian yang lebih profesional dan akuntabel," tambahnya.
IPNU Brebes, melalui pernyataan ini, menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak warga negara dan menuntut pertanggungjawaban negara atas tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh aparat.
Ilham juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak diam, melainkan terus menyuarakan aspirasi dan menolak segala bentuk tindakan represif yang tidak berdasar.
"Tragedi Affan bukan hanya soal satu nyawa yang hilang, tetapi tentang bagaimana negara memperlakukan warganya yang sedang bekerja, mencari nafkah, dan berada di ruang publik," ungkapnya.
IPNU Brebes menegaskan bahwa suara pelajar adalah suara moral yang tak boleh diabaikan. Mereka berdiri bersama para driver ojol, bersama keluarga korban, dan bersama seluruh rakyat yang menuntut keadilan dan perlindungan dari negara yang seharusnya hadir untuk melindungi, bukan melukai.**
Artikel Terkait

Polres Pekalongan Terjunkan Tim Evakuasi ke Titik Puting Beliung dan Pohon Tumbang

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kesesi Pekalongan, Sejumlah Fasilitas Umum Rusak

Niat Hendak Kencing, Buruh Bongkar Muat di Pekalongan Tewas Tersengat Tiang Lampu Jalan
