Niat Menolong Berujung Duka, Korban Tenggelam di Sungai Kaligenteng Ditemukan Meninggal Dunia

Upaya menolong teman di Sungai Kaligenteng berujung duka, Mei Leo (30) ditemukan meninggal setelah terseret arus jauh dari lokasi awal.

PEKALONGAN, puskapik.com - Upaya pencarian intensif terhadap korban tenggelam di Sungai Kaligenteng akhirnya membuahkan hasil. Memasuki hari kedua pencarian, tim gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus cukup jauh dari titik awal kejadian, Rabu (4/2/2026).

Korban diketahui bernama Mei Leo Idhul Jumno (30), warga Banjarnegara yang dilaporkan hilang pada Selasa (3/2) kemarin saat hendak menolong rekannya yang terpeleset di Kedung Siandis, Paninggaran. Jasad korban ditemukan di wilayah Kecamatan Kandangserang pada Rabu siang.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, melalui Kasubsi Penmas Sihumas Ipda Warsito, S.H., mengonfirmasi penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa operasi pencarian dipimpin langsung oleh Kapolsek Kandangserang Iptu Slamet Riyadi, dengan melibatkan puluhan personel gabungan dari berbagai unsur.

Baca Juga: Nahas, Niat Menolong Rekan, Pria Asal Banjarnegara Terseret Arus Sungai di Pekalongan

"Setelah dilakukan penyisiran sejak pagi hari oleh tim gabungan, sekitar pukul 14.30 wib korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban ditemukan di area Kedung Bangkai yang masuk wilayah Kecamatan Kandangserang," ungkap Ipda Warsito.

Dalam operasi pencarian hari ini, Ipda Warsito merinci sedikitnya ada puluhan personel yang diterjunkan, mulai dari Sat Dalmas Polres Pekalongan, personel Polsek Kandangserang dan Paninggaran, Koramil, Trantib, hingga tim ahli dari Basarnas Banjarnegara, Bagana, dan PMI Kabupaten Pekalongan.

Strategi pencarian dilakukan dengan membagi personel menjadi dua tim penyisir:

Tim 1: Melakukan pencarian mulai dari jembatan Kandangserang.

Tim 2: Melakukan penyisiran mulai dari irigasi Dukuh Jogreg, Kandangserang.

"Kedua tim melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai. Lokasi penemuan di Kedung Bangkai memang berjarak cukup jauh dari titik awal jatuhnya korban di Paninggaran, mengingat arus sungai yang cukup deras dalam beberapa hari terakhir," tambahnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait