Pemkab Brebes dan Baznas Salurkan Bantuan Gizi 180 Hari untuk Balita Berisiko Stunting
Senin, 25 Agustus 2025 | 02.10

PUSKAPIK.COM, Brebes - Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Baznas Brebes terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Sebanyak 45 bali...
PUSKAPIK.COM, Brebes - Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Baznas Brebes terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Sebanyak 45 balita berisiko stunting di Kecamatan Bulakamba menerima bantuan paket pangan berupa makanan tambahan, susu, dan telur, Jumat (22/8/2025), sebagai bagian dari intervensi gizi spesifik selama 180 hari ke depan.
Bantuan senilai lebih dari Rp133 juta disalurkan untuk anak-anak dari Desa Tegalglagah (30 anak) dan Desa Petunjungan (15 anak).
Penyaluran dilakukan secara simbolis di Aula Balai Desa Tegalglagah oleh Wakil Bupati Brebes Wurja SE, didampingi Ketua Baznas Brebes, Kepala Bapperida, Kepala DP3KB, Camat Bulakamba, serta kepala desa setempat.
"Hari ini kita menyerahkan secara simbolis bantuan untuk 45 balita stunting, ada nutrisi (makanan tambahan), susu, dan telur untuk 180 hari ke depan, melalui Program Baznas Peduli," ujar Wakil Bupati Brebes Wurja.
Ia menambahkan, Genting bertujuan membantu keluarga berisiko stunting melalui gotong royong masyarakat, memberikan dukungan kepada keluarga kurang mampu, dan mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting.
Sasaran program mencakup ibu hamil, ibu menyusui, baduta, dan balita.
"Pemkab Brebes berkomitmen dalam menyukseskan program Genting, mari kita dukung dan berkontribusi pada gerakan ini guna mewujudkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan menjadi harapan bangsa," pungkasnya.
Ketua Baznas Brebes H. Abdul Haris menyampaikan, pihaknya secara aktif berkolaborasi dengan BKKBN dalam meluncurkan dan mendukung program Genting sebagai gerakan nasional untuk menuntaskan stunting di Indonesia, termasuk di Kabupaten Brebes.
Baznas, lanjut Haris, menghimpun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari masyarakat serta ASN dan menyalurkannya untuk mendukung program Genting di Kabupaten Brebes, khususnya di Kecamatan Bulakamba.
"Dana ZIS yang disalurkan oleh Baznas dimanfaatkan untuk bantuan nutrisi seperti memberikan bantuan paket nutrisi (makanan tambahan) seperti susu dan telur, untuk mengatasi kekurangan gizi pada anak-anak yang berisiko stunting," tambahnya.
Camat Bulakamba Setiawan Adi Nugroho turut mengapresiasi pelaksanaan program Genting di wilayahnya.
Ia menyebutkan, dari 30 anak penerima bantuan di Desa Tegalglagah, 25 anak menunjukkan peningkatan status gizi, dan satu anak telah dinyatakan lulus dari stunting.
"Artinya, ketika ditimbang dan diukur sudah tidak masuk kategori stunting, akan tetapi, dari 30 anak tersebut ada lima anak yang malah mengalami penurunan, dikarenakan sering sakit," tambahnya.
Program Genting menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam menekan angka stunting melalui pendekatan gizi spesifik dan dukungan sosial.
Pemerintah berharap gerakan ini dapat diperluas ke wilayah lain demi mewujudkan generasi sehat dan berkualitas. **



