Program Prosper Perkuat Ketahanan Ekonomi Nelayan Pesisir Pekalongan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14.08
Puluhan warga di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas teknis manajerial nelayan dan pembudidaya di pendopo kecamatan setempat, Jumat 26 Juni 2026. Foto : istimewa
Puluhan warga di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas teknis manajerial nelayan dan pembudidaya di pendopo kecamatan setempat, Jumat 26 Juni 2026. Foto : istimewa

Program Prosper memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir Pekalongan melalui pelatihan usaha, perlindungan sosial, dan pengembangan ekonomi nelayan.

PEKALONGAN, puskapik.com - Upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir terus didorong melalui Program Protecting Rural & Ocean-dependent Societies through Participatory Economic Resilience atau Prosper.

Koordinator proyek Prosper DFW Indonesia, Beni Sabdo Nugroho mengatakan, program tersebut merupakan inisiatif yang dijalankan Destructive Fishing Watch atau DFW Indonesia.

Dengan dukungan People’s Courage International atau PCI, kegiatan itu berfokus pada penguatan perlindungan sosial, sekaligus pengembangan penghidupan berkelanjutan.

Baca Juga: Pengedar Sabu di Pekalongan Digerebek di Kamar Kos, 8 Paket Siap Edar Disita

"Program ini menyasar komunitas yang terdampak perubahan iklim, khususnya pekerja migran, keluarga mereka serta masyarakat miskin di wilayah pesisir," ujar Beni, Minggu 28 Juni 2026.

Menurut Beni, pelaksanaan program difokuskan di tiga desa pesisir di Kabupaten Pekalongan, yang dinilai sebagai wilayah rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Ancaman seperti kenaikan permukaan air laut, banjir rob hingga abrasi pantai, menjadi tantangan nyata yang berpotensi mengganggu sumber penghidupan masyarakat.

Baca Juga: 140 Atlet Ramaikan Kejurkab Bulutangkis Bhayangkara Cup 2026 di Kajen Pekalongan

"Melalui program ini, masyarakat tidak hanya difasilitasi untuk mengakses perlindungan sosial, tetapi juga didorong mengembangkan alternatif penghidupan sesuai potensi desa," ucap Beni.

Beberapa usaha yang telah mendapat dukungan awal di antaranya budidaya lele, budidaya udang vaname, jasa mesin genset serta perbengkelan kapal nelayan.

Inisiatif tersebut diharapkan mampu menjadi penopang ekonomi ketika aktivitas melaut terganggu oleh faktor cuaca, musim maupun tekanan lingkungan.

"Pelatihan ini merupakan rangkaian kedua dari program Prosper," kata Beni.

Sebelumnya, pada series pertama, kegiatan menyasar kelompok perempuan, dengan materi diversifikasi olahan ikan serta literasi keuangan sebagai upaya memperluas sumber pendapatan rumah tangga nelayan.

Kegiatan pelatihan yang digelar pada 25-26 Juni 2026 di Pendopo Kecamatan Wonokerto ini dibuka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Edy Prabowo, yang menyambut baik pelaksanaan program tersebut.

Dalam sambutannya, Edy menilai kegiatan ini penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir, baik dari sisi usaha maupun perlindungan sosial.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait