PT Long Well di Pemalang Buka Suara Soal Keluhan Rekrutmen Karyawan Laki-laki Susah Diterima Bekerja

Sabtu, 1 November 2025 | 06.24

PEMALANG, puskapik.com – PT Long Well International di Desa Surajaya, Kabupaten Pemalang tengah menjadi sorotan publik dan dikeluhkan lantaran dinilai kurang adil dalam rekrutmen karyawan. Di media so...

PEMALANG, puskapik.com – PT Long Well International di Desa Surajaya, Kabupaten Pemalang tengah menjadi sorotan publik dan dikeluhkan lantaran dinilai kurang adil dalam rekrutmen karyawan. Di media sosial, banyak netizen laki-laki mengeluhkan sulitnya diterima bekerja di perusahaan pabrik sepatu itu, sementara pelamar perempuan lebih cepat mendapatkan panggilan kerja. Menanggapi hal tersebut, Manajer Humas PT Long Well International, Abdullah, memberikan penjelasan. Menurutnya kebijakan rekrutmen tersebut berdasarkan kebutuhan dan jenis pekerjaan di pabrik. Abdullah menegaskan bahwa kebijakan perusahaan yang lebih banyak merekrut karyawan perempuan itu pun bukan tanpa alasan. "Begini, kalau perempuan tangannya lebih terampil daripada laki-laki, apalagi menjahit." jelas Abdullah, saat ditemui di Kantor Disnaker Pemalang, Kamis 30 Oktober 2025. "Bukannya laki-laki tidak mampu menjahit, tapi kemampuan menjahit itu lebih banyak di tangan perempuan," sambungnya. Menurut Abdullah, sebagian besar proses produksi di pabrik sepatu memang membutuhkan ketelitian dan keterampilan tangan yang tinggi, terutama di bagian penjahitan dan perakitan. Faktor inilah yang membuat tenaga kerja perempuan lebih dominan. Dimana sekitar 80 persen karyawan di PT Long Well International adalah perempuan, sementara sisanya laki-laki. "Karena terampil, teliti, maka lebih banyak perempuan." ungkapnya. Meski demikian, Abdullah menambahkan bahwa bukan berarti perusahaan menutup peluang bagi laki-laki. Kebijakan Komposisi Hanya saja, posisi yang tersedia untuk tenaga kerja pria dibutuhkan di bagian tertentu. "Kalau di bagian lain, seperti pergudangan dan mekanik itu laki-laki," ujarnya. Abdullah menegaskan, kebijakan komposisi tenaga kerja tersebut murni didasarkan pada efisiensi dan kebutuhan produksi perusahaan, bukan diskriminasi terhadap pelamar laki-laki. "Memang kebijakan perusahaan," tandasnya. PT Long Well International sendiri diperkirakan bakal menyerap 15 hingga 20 ribu tenaga kerja, dimana 90% pekerjanya adalah warga Pemalang. Saat ini, ada 3 ribu karyawan yang sudah aktif bekerja. Sebelumnya, PT Long Well International juga menegaskan bahwa proses rekrutmen karyawan dilakukan secara terbuka dan gratis melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pemalang. Masyarakat diimbau tidak mempercayai calo atau pihak yang menjanjikan bisa memasukkan karyawan dengan imbalan uang.***
Penulis: Redaksi Puskapik Editor: Admin Puskapik
Bagikan:

Artikel Terkait